Hari Pembebasan Perbudakan Nasional

oleh : Asep Saiful

Bismillahirrahmanirrahiim,
Assalamualaykum warahmatullahi wabarakaatuh.
Yaa Ayyuhal Ikhwah,
Islam diturunkan adalah untuk memuliakan manusia, ia turun kepada Rasulullah salallahualayhi wasallam sebagai bentuk pembebasan ummat manusia dari segala bentuk rendahnya penghambaan kepada mahkluk dan hawa nafsunya untuk kemudian menghambakan diri hanya kepada Allah semata. Kalimah Laa ilaha ilallaah, Muhammad rasulullah adalah sebentuk pemuliaan manusia yang tercakup di dalamnya.
Islam diturunkan ke dunia, untuk memberikan kabar gembira berupa pedoman hidup, untuk mengangkat manusia dari rendahnya keinginan-keinginan terhadap dunia, kepada keabadian hari-hari di akhirat. Mengeluarkan manusia dari sempitnya ilmu kepada keluasan cakrawala pengetahuan yang Allah ajarkan melalui firman-firmannya dan hadits Rasulullah salallahualayhi wasallam, juga Islam tinggikan karakter, izzah, kehormatan manusia sedari karakter-karakter binatang kepada mulianya adab-adab.
Ketahuilah ikhwah,
Islam mengajarkan perempuan-perempuan untuk menutup auratnya yang merupakan bentuk pemuliaan terhadap mereka. Islam pula mengajarkan pembagian waris sebagai bentuk penghargaan kepada keadilan. Sebagaimana Islam memuliakan Bilal, dengan memberikan jaminan kemuliaan di syurga, karena mempertahankan Islam di dalam dirinya dengan ketaqwaan meskipun ia adalah seorang budak. Karena Allah subhanahu wataala tidak melihat jabatan, harta yang dimiliki, atau seperti apa rupa dari hambanya dalam hal kemuliaan kecuali dikarenakan ketakwaannya kepada Allah, ketaatannya dalam menjalankan perintah maupun menjauhi segala bentuk apa-apa yang tidak diperkenankan-Nya, karena itu semua adalah juga bentuk kasih sayang-Nya.
“Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kalian disisi Allah adalah orang-orang yang paling bertaqwa [Al-Hujurat : 13]
Bentuk penghargaan Rasulullah kepada budak “Bertaqwalah kalian kepada Allah, dan berhati-hatilah kalian terhadap budak-budak yang kalian miliki. Sesungguhnya, mereka adalah saudaramu yang dijadikan Allah swt berada di bawah kekuasaanmu. Oleh karena itu, berilah mereka makan, seperti yang engkau makan, dan berilah mereka pakaian seperti pakaian yang engkau kenakan; janganlah memberi beban tugas yang memberatkan mereka, dan jika engkau membebani mereka dengan tugas, maka berlakulah baik (tidak memberatkan) kepada mereka. (HR. Muslim)
Allah telah berfirman Berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapa, karib kerabat, anak-anak yatim, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah swt tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. ( QS An Nisa : 36)
Betapa Islam mengajarkan kita melindungi hak-hak para budak, berhingga pada bagaimana Islam mengajarkan kita untuk menghentikan sistem perbudakan dan suatu kemulaian ketika kita membebaskan seorang budak, dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.“Barangsiapa membebaskan budak yang muslim niscaya Allah akan membebaskan setiap anggota badannya dengan sebab anggota badan budak tersebut, sehingga kemaluan dengan kemaluannya.”
Ikhwahfillah,
Allah juga memberikan ganjaran yang tinggi bagi siapapun yang membebaskan perbudakan, karena di dalamnya terdapat kebaikan. Kebaikan yang tiada bandingannya, Siapa saja seorang muslim yang membebaskan seorang budak yang muslim, maka perbuatannya itu akan menjadi pembebas dirinya dari api neraka (HR : Tirmidzi dari Abu Umamah dan sahabat yang lain)
Banyak sekali isyarat di dalam Al Quran dan sunnah-sunnah Rasulullah yang mengajak kita untuk menghapuskan seluruh bentuk perbudakan, pengekangan hak-hak manusia, juga eksploitasi manusia di dalam sebuah tatanan kemasyarakatan.
Maka ketahuilah ikhwah,
Bebaskanlah manusia-manusia dari sempitnya penghambaan diri kepada mahkluk, kepada hawa nafsunya. Sebarkanlah pesan pesan kebajikan lalu merdekakan negara-negara terjajah. Di manapun berada. Di manapun kita menemui adzan berkumandang, maka upayakanlah dengan segala cara untuk memerdekakan mereka. Merdekakan juga rakyat kita dari segala jerat kejumudan, kemiskinan, kemandegan dalam sisi manapun, ekonomi, pangan, maupun pendidikan. Karena biar bagaimanapun kelaparan adalah juga bentuk kedzaliman pemimpin yang harus segera diakhiri, adalah wajib bagi kita untuk segera mengentaskannya. Biar bagaimanapun minimnya upaya pencerdasan kepada anak-anak bangsa adalah juga bentuk kedzaliman pemimpin yang harus segera diperangi, adalah wajib bagi kita untuk segera menyudahinya.
Ikhwah,
Terlalu banyak nilai-nilai yang tercabut dari tatanan masyarakat kita, bentuk perbudakan yang berbagai macam itu harus kita lawan, dengan darah dan tenaga kita, juga dengan harta dan keringat kita. Karena tidak ada yang akan membawakan upaya pembebasan yang simultan dan terencana kecuali hanya kita, yang membawa pesan-pesan kebenaran dari langit. Allah dan rasulnya telah memercayakan kepada kita semua, bentuk ghirah dalam membebaskan segala bentuk kemelaratan moral ummat Islam, kepada kesejahteraan hakiki kehidupan mereka.
Jangan sampai, keberadaan kita di muka bumi, dengan segala nikmat yang Allah berikan berupa ilmu, tenaga, dan kesehatan keluarga-keluarga kita, menjadikan kita terlena dalam menuntaskan persoalan ummat yang paling urgen yaitu penjajahan. Baik yang berbentuk fisik, seperti ekspoitasi wanita dan anak anak, maupun penjajahan fikrah anak muda bangsa kita. Peperangan telah dimulai, genderangnya pun telah ditabuh oleh pendahulu-pendahulu kita, terompet kemenangan telah ditiupkan, dan kekuatan telah dihimpun, mungkinkah kita akan keluar dari barisan ini untuk mencari jalan lainnya? Maka tiada yang akan selamat ketika jalan ini, manhaj ini ditinggalkan oleh pribadi-pribadi yang ada di dalamnya karena saat itu ia telah mengabaikan titah Allah al Khaliq

Ikhwah,
Janganlah sampai engkau sekalian meninggalkan lambung kapal dakwah ini, karena jika kalian meninggalkannya, siapa lagi yang akan membebaskan masyarakat kita dari penjajahan yang bertubi-tubi ini. Janganlah kalian meninggalkannya karena ingin berleha-leha dengan berbagai alasan untuk tidak bekerja dengan gigih, dalam memperjuangan nilai-nilai kemanusiaan. Dalam barisan ini, telah digali nilai-nilai Islam yang dahulu telah ada. Nilai-nilai ini telah ada belasan abad yang menjadikan Islam ini kokoh mengakar sebagai nilai dan norma. Dan kemudian kita dapat melihat, runtuhnya bangunan dakwah Islamiyyah ini adalah dikarenakan para pemimpin kita dahulu, juga pemuka-pemuka agamanya yang telah melucuti satu persatu nilai dan norma Islam di tengah kepemimpinan mereka.
Dan kita jangan pernah melakukan hal yang sama wahai ikhwah.
Bergerak demi terwujudnya kemerdekaan dunia, adalah jalan kita, jalan dari jamaah ini. Yang telah mewakafkan jiwa-jiwa kepada perjuangan yang juga dilaksanakan oleh para Rasul dan Anbiyya terdahulu.

Salam Perjuangan, Salam Kemenangan !!
Semoga shalawat serta salam selalu tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad salallahualayhi wasallam, dan seluruh alam.
Wassalamualaykum warahmatullahi wabarakaatuh.

Asep Saiful,
Kadept Kaderisasi KAMMI 1011
Surabaya, 1 Desember 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s