Akulah Muslim Negarawan

Akulah Muslim Negarawan

Bismillahirrahmanirrahim

            Didasari keprihatinan mendalam terhadap krisis Nasional yang melanda negeri ini dan didorong tanggung jawab moral terhadap pernderitaan rakyat yang masih terus berlangsung, serta itikad baik untuk berperan aktif dalam proses perubahan dan perbaikan . . . . .

itulah penggalan dari deklarasi Malang tanggal 29 Maret 1998. Sebuah deklarasi yang memunculkan namaku untuk pertama kali di muka bumi ini. Darah perjuangan begitu kental di dalam tubuhku. Kelahiranku turut memberikan sumbangsih atas berakhirnya sebuah rezim yang otoriter di dalam negeriku. Sebuah rezim yang tidak hanya mempengaruhi kondisi bangsa secara fisik namun juga mental warga negaranya. Aku pula turut berperan dalam proses Transisi kepemimpinan antara zaman orde baru hingga reformasi.

Aku senantiasa menempatkan diri sebagai bagian tak terpisahkan dari rakyat Indonesia dan akan senantiasa berbuat kebaikan bagi bangsa dan rakyat Indonesia. Bagiku, kebathilan adalah musuh abadiku. Dan salah satu bentuk kebathilan adalah penindasan pemimpin kepada rakyat dinegriku. Dalam sejarah perjalananku, aku selalu memposisikan diriku sebagai ‘oposisi abadi’ dan pengawal kebijakan bagi siapapun yang berkuasa. Sebuah posisi yang membawa konsekuensi bahwa aku tidak hanya bisa berdiam diri menunggu pemimpin di dalam negeri bertindak. Sebuah posisi yang mendorongku untuk senantiasa membawa perbaikan di dalam setiap gerak langkahku. Perbaikan yang membawa dampak positif bukan berdampak negatif. Karena bagiku, Perbaikan adalah tradisi perjunganku.

Dari awal pendirian aku sudah mengalami perubahan format pergerakan, dari yang dulu didirikan untuk membentuk sebuah jaringan aksi menjadi sebuah organisasi masyarakat kemahasiswaan ekstra kampus. Beda format pergerakan beda pula concern/ fokusan perhatianku.

Aku mengambil peran sebagai mitra bagi masyarakat dalam upaya-upaya pembangunan masyarakat sipil, demokratisasi dan pembangunan kesatuan/persaudaraan ummat dan bangsa. Karena aku adalah kumpulan orang-orang yang berpikir dan berkendak merdeka. Tidak ada satu orang pun yang bisa memaksaku bertindak. Aku hanya bertindak atas dasar pemahaman, bukan taklid, serta atas dasar keikhlasan, bukan mencari pujian atau kedudukan.

Aku berprinsip bahwa Kemenangan Islam adalah jiwa perjuangan. Atas dasar itulah aku berjuang. Demi tercapainya kemenangan Islam. Aku tak peduli siapapun yang menghadang. Pemimpin yang bengis, tentara yang kejam, sistem kapitalis yang serakah hingga cercaan dari sesama mahasiswa, kesemuanya tidak ada yang bisa menakutiku. Aku adalah kumpulan adalah orang-orang pemberani. Hanyalah Allah yang aku takuti. Tidak ada satu makhluk pun yang bisa menggentarkan hatiku, atau membuatku tertunduk apalagi takluk kepadanya. Tiada yang kutakuti, kecuali ketakutan kepada selain-Nya.

Kemarin, tepat 17 tahun aku dilahirkan. 17 tahun pula aku turut mengawal jalannya roda pemerintahan di negeri. Di usiaku yang masih muda aku telah berpikir maju. Banyak sekali PR yang masih harus aku selesaikan. Aku memiliki cita-cita besar dan mulia sejak awalku dilahirkan. Aku ingin menjadi wadah perjuangan permanen yang akan melahirkan kader-kader pemimpin masa depan yang tangguh dalam upaya mewujudkan masyarakat Islami di Indonesia. Bagiku, Kepemimpinan umat adalah strategi perjuangan. Umat ini akan hebat jika dipimpin oleh pemimpin yang hebat pula. Dengan pemimpin yang hebat akan membawa negeri ini menuju era kejayaannya. Seperti yang pernah dicontohkan oleh tuntunanku Nabi Muhammad SAW.

Tuntunanku telah membawakan risalah keIslaman yang bisa kunikmati sampai sekarang. Beliau telah mengajariku sebuah solusi untuk perjuangan. Yaitu Solusi Islam adalah tawaran perjuangan. Solusi Islam adalah tawaran perjuangan. Maka dari itu Aku harus senantiasa menyiapkan diri untuk masa depan Islam. Aku bukanlah orang yang suka berleha-leha, minimalis dan loyo. Aku senantiasa bertebaran di dalam kehidupan, melakukan eksperimen yang terencana, dan aku adalah kumpulan orang-orang progressif yang bebas dari kejumudan, karena aku memandang bahwa kehidupan ini adalah tempat untuk belajar, agar aku dan para penerusku menjadi perebut kemenangan yang hanya akan kupersembahkan untuk Islam.

Beratnya perjuangan tak akan pernahnya menyurutkan langkahku. Semangat mudaku akan senantiasa membawaku untuk berjuang lebih keras lagi. Aku tak akan kalah dari generasi pendahuluku di era 08, 28, 45, dan 98. Karena aku adalah Mahasiswa Muslim Indonesia dan aku adalah Muslim Negarawan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s