Make For Me A Place Within Your Heart, Mother…..

Make For Me A Place Within Your Heart, Mother…..

Perjalanan hidup seorang manusia tidak terlepas dari peranan seorang ibu. Ibu bagaikan satu belahan jiwa dalam hidup kita. Bangsa Indonesia pun pernah menggorekan hal ini dalam sebuah tinta emas sejarah. Dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia tercatat bahwa pada tanggal 22 Desember 1928, para ibu mengadakan Kongres Perempuan perdana di Indonesia. Hal ini patut kita syukuri mengingat betapa pentingnya peranan dan perjuangan kaum ibu bagi perjuangan bangsa dan negara yang tercinta ini.

Sebagai penghargaan terhadap kebangkitan para ibu itu, maka setiap tanggal 22 Desember kita peringati sebagai hari ibu atau Mother’s Day. Dalam ajaran Islam ibu mempunyai posisi yang sangat mulia, ia sangat dihargai dan dihormati. Hanya dalam Islamlah seorang ibu dan para muslimah mendapat posisi yang sebagaimana mestinya. Akan tetapi sangat disayangkan kebanyakan perempuan dan para ibu itu sendiri yang tidak mengetahui posisinya, banyak diantara mereka telah meninggalkan ketentuan-ketentuan Allah pada dirinya. Dalam satu riwayat pernah diceritakan tentang keutamaan ibu dan hak yang lebih besar daripada ayah.
Rasulullah SAW bersabda : Seorang lakilaki datang kepada Rasulullah dan bertanya : siapakah yang paling baik mendapat perlakuan baik dariku? Beliau menjawab: ‘Ibumu’ lantas siapa? Beliau menjawab ‘Ibumu’, kemudian bertanya lagi, setelah itu siapa? Beliau menjawab: ‘Ayahmu’. (HR. Bukhari Muslim).
Hadits tersebut di atas menunjukkan bahwa kedua orang tua mempunyai hak untuk diperlakukan dengan sebaik-baiknya perlakuan, dan mendapat perhatian dengan sempurna. Dalam hal ini, seorang ibu mempunyai hak yang lebih besar dari pada ayah. Padahal realitanya, ayahlah yang membiayai hidup sang anak beserta keluarga dan ikut mendidiknya juga seperti ibu, tapi mengapa yang terhadap anak ini lebih sedikit dari pada ibu?

Pertanyaan ini bisa dijawab karena ibu lebih berat dalam menanggung risiko anak, sang ibu mengandungnya selama sembilan bulan, melahirkan dengan susah payah, bahkan tidak jarang ada yang meninggal dunia, menyusui selama dua tahun, berjaga di malam hari karena memenuhi kebutuhan anak, berusaha sekuat tenaga untuk mencapai kemaslahatan anak, meskipun kadang-kadang sampai mengorbankan apa yang ada padanya. Oleh sebab itu, wajib bagi seorang setiap pribadi seorang muslim dan muslimah untuk menghindari durhaka terhadap ibu, tidak melaksanakan hak-hak ibu dan berbuat sesuatu yang menjadikan ibu marah. Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda : ‘Sesungguhnya Allah mengharamkan kamu durhaka kepada para ibu, menanam hidup-hidup anak perempuan, mencegah pemberian dan menuntut yang bukan hak, Allah benci kepada kamu karena omong kosong, banyak pertanyaan dan menyia-nyiakan harta’. (HR. Bukhari). Dalam hadits ini ditekankan tidak boleh durhaka kepada ibu, karena ibu lemah, sehingga memungkinkan anak untuk berani kepadanya dari pada terhadap ayahnya. Hadits ini menunjukkan bahwa berbuat baik kepada ibu lebih didahulukan dari pada terhadap ayah, meskipun berbuat baik kepada keduanya itu wajib. Dan berani kepada keduanya pun dilarang Allah SWT, Allah SWT berfirman: ‘Janganlah sekali-kali kamu mengatakan ah kepada keduanya dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka ucapan yang mulia’. (QS. Al-Isra’ : 23).

Mengambil Keteladanan dari Para Ummi

Seorang ibu mempunyai peranan penting terutama sebagai pendidik dan pepatah Arab pernah mengatakan ‘Al-Ummu Madrasah’ ibu adalah sebuah sekolah. Karena, seorang ibulah yang pertama membisikkan dan mengajarkan kalimat Tauhid kepada anaknya sejak kecil. Kemudian dia mengajarkan berjalan, mengenal rasa, mengucapkan nama-nama benda, berbicara, beribadah, dan berdoa.

Artinya, ibu benar-benar orang pertama yang berperan penting dalam tahun-tahun pertama kehidupan seorang anak. Dalam catatan sejarah islam dan dunia, banyak muslimah dan ibu teladan yang bisa dijadikan sebagai teladan umat Islam dalam hidup ini, diantaranya seperti sabda Rasulullah SAW sebagai berikut : ‘Sebaik-baik perempuan di dunia ini ada empat yaitu : ‘Maryam binti Imron (Ibu Nabi Isa AS), Asiyah istri Fir’aun, Khadijah binti Khualid (istri Rasulullah SAW) dan Fatimah binti Rasulullah’. (HR. Bersumber dari Anas bin Malik).

Rasulullah SAW ketika memilih perempuan atau ibu yang dianggap mulia di dunia ini bukan berdasarkan pada kecantikan, kemulusan tubuh dan penampilannya serta kecerdasannya sebagaimana kriteria dalam pemilihan ‘Ratu Sejagat’ atau ‘Miss Universe’ atau sebutan populer yang lain, akan tetapi syarat yang ditentukan Rasulullah SAW berdasarkan wahyu Allah.

Dalam hadits di atas, pertama Rasulullah menyebut Maryam binti Imron,karena teguhnya keimanan Maryam. Selain itu Maryam juga adalah tipe perempuan atau ibu shalihah yang selalu menjaga diri dan memelihara dari fitnah. Terbukti dalam perjalanan hidupnya, tidak pernah sekalipun Maryam disentuh oleh laki-laki yang bukan muhrimnya. Hal ini dijelaskan Allah dalam Al-Quran surat Ali Imron, 42-45 dan At- Tahrim, 12.

Kedua, Asiyah istri Firaun, ia seorang istri dan ibu yang tabah, kendatipun suaminya adalah seorang kafir. Keteguhan dan ketegaran iman Asiyahlah yang barangkali membuat Rasulullah tertarik menjadikan Asiyah termasuk jajaran perempuan atau ibu termulia di dunia. Hal ini diinformasikan Allah dalam Al-Qurían At-Tahrim: 11.

Ketiga, Khadijah istri Rasulullah SAW, sehingga beliau termasuk nominasi perempuan termulia di dunia. Sabda Rasululalh SAW : ‘Khadijah telah beriman kepadaku ketika orang lain kufur, dia telah percaya kepadaku ketika orang lain kufur, dia telah percaya kepadaku ketika orang lain mendustakanku, dia telah membantuku dengan hartanya ketika orang lain menolak memberiku, dan Allah menganugerahkan bagiku anak-anak darinya, sedangkan istriku yang lain tidak’. (HR. Bukhari).

Keempat, Fatimah Az-Zahrah putri Rasulullah SAW. Fatimah semasa hidupnya harus menjalani dengan penuh keprihatinan karena cobaan Allah yang tidak pernah ada hentinya baik saat hidup bersama ayahandanya, maupun ketika sudah menikah dengan sahabat Ali radhiyallahu anhu. Kalau kita bayangkan bagaimana perasaan hati Fatimah ketika melihat ayahandanya diteror, dimusuhi, ditindas, baik oleh orang-orang dekatnya maupun oleh orang-orang yang selalu menentang ajaran yang dibawanya. Bahkan ayahandanya diberi gelar “tukang sihir” oleh kaum kafir ketika itu. Namun Fatimah sebagai perempuan atau ibu senantiasa tegar dan sabar dalam menghadapi cobaan-cobaan itu.

Kelima, Aisyah bin Abu Bakar, beliau adalah istri Rasulullah SAW, yang termuda dan tercantik yang selalu menyertai Rasul dalam medan perang. Aisyah sebagai ‘Ummahatul Mukminin’ senantiasa menjaga diri dan kehormatan keluarga, baik Rasul masih hidup maupun sepeninggal Rasulullah SAW.
Dan Rasulullah pernah menyebutkan tentang keutamaan Aisyah : ‘Keutamaan Aisyah atas perempuan-perempuan lain seperti keutamaan roti atas seluruh makanan’. (HR. Jamaah)

Itulah sebagian para ibu teladan yang mulia, dengan landasan iman dan takwanya serta penuh kesabaran dan tawakkal kepada Allah mereka mengambil misi kehidupan dengan sebaik-baiknya di dunia ini. Ibu teladan itu juga ibu yang berjuang mendidik anak-anaknya dengan cara yang efektif dan sistematis. Ia harus mampu melihat fenomena kehidupan kemudian mampu mengantisipasi secara cermat. Seorang ibu teladan harus mampu membiasakan dirinya untuk berpikir jernih dan benar sehingga dimata anak-anak ia seorang ibu pemikir yang dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik terutama dalam keluarganya.

M_ake for me a place within your heart
O_n which I can depend. For only you
T_ouch the ancient wellsprings of my tears,
H_ome through all the wanderings of my years,
E_den that no other can renew,
R_oot I cannot rend through rage or art.

Ibu, keajaiban dalam hidup, adalah terlahir dari rahimmu. Engkaulah wanita yang telah memberi kami cinta dan pengorbanan. Selamat Hari Ibu.

Ibu, kau telah melihat aku tertawa, Kau juga pernah melihat aku menangis, Dan kau selalu ada di sana bersamaku, Aku mungkin tidak selalu mengatakan hal ini, Tapi terima kasih untuk segalanya dan aku mencintaimu. Selamat Hari Ibu.

Tak ada sutera yang begitu lembut seperti belaian seorang ibu. Tak ada tempat yang paling nyaman selain pangkuan seorang ibu. Tak ada bunga yang lebih cantik selain senyummu. Tak ada jalan yang berbunga-bunga layaknya yang dicetak dengan langkah kakimu. Engkaulah alasan aku ada.

Jika ada hari untuk membalas segala sesuatu yang telah diberikan Ibu kepada saya, maka setiap hari adalah Hari Ibu.

Untuk ibu yang selalu memiliki senyum untukku…kukirimkan pesan ini agar Engkau tahu aku senantiasa mencintaimu. Selamat Hari Ibu.

Ditulis oleh :

Rodhi Kelvianto
(Aktivis KAMMI 1011)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s