Jangan Benci Jika Cinta

Jangan Benci Jika Cinta

Kami adalah putra putri kandung da’wah, akan beredar bersama da’wah ini ke mana pun perginya, menjadi pembangunnya yang paling tekun, menjadi penyebarnya yang paling agresif, serta penegaknya yang paling kokoh.

paradoks diatas akan menjadi gambaran suatu pembuktian betapa kami adalah sosok yang menjadi incaran. Di satu sisi sering kali di benci namun kenyataannya banyak yang mencari dan bahkan mencintai. Kebencian sering menelurkan amarah. Akan tetapi cinta membiuskan suka dan bahagai. Dua hal berlawanan yang semestinya tak pernah bersatu. Akan tetapi ini bukan hal yang kontradiksi secara paten. Kami meyakini masih ada celah untuk menjadikan sebuah paradoks dengan beberapa ulasan pertimbangan.
Dualisme pemikiran Aktifis mahasiswa seharusnya bukan hanya mencari mana yang benar dan mana yang salah. Jika kita dihadapkan dengan dua keburukan. Tentu bukan berarti kita membuang keduanya. Akan tetapi hendaknya naluri kita memilih yang paling kecil kemudharatannya. Inilah yang sering dipandang buruk kepada aktifitas politik. Terutama kalangan mahasiswa yang antipati terhadap politik.Kebencian itu mendadak menjadi cinta ketika yang sedang berproses dalam bidang politik adalah dirinya. Tidak terasa mereka menggunakan berbagai strategi agar bisa mencapai visi politisnya.
Menuju kepada prototype yang kami maksud. Kami hadir bukan layaknya pedagang kaki lima. Pedagang yang menjajakan sesuatu namun dipandang menjijikan. Kami lahir karena mahasiswa menghendakinya. Dan atas dasar penyelamatan kami berada. Kami bernaung dikancah yang legal. Sebagai wadah perjuangan mahasiswa untuk mengaspirasikan bentuk bentuk pesan secara vertikal (pemerintah) ataupun horizontal (rakyat).
Mari mencoba untuk menikmati romantisme 98. Semoga dengan background keteknikan yang ITS miliki saat ini. Tidak menjadikan kita menutup mata akan sejarah. Melupakan perjuangan sebagai kampus pahlawan. Sejarah mencatat , usai perhelatan Forum Silaturrahim FSLDK kali ke sepuluh ditutup. Beberapa anggota forum yang beramanah sebagai tim formatur kala itu melakukan pembahasan lanjutan , merespon isu reformasi. Atas keprihatinan seluruh mahasiswa yang hadir terhadap krisis kepemimpinan di Indonesia.
Beberapa gagasan memunculkan untuk membentuk kesatuan aksi seluruh mahasiswa muslim. Dengan terbenturnya aturan NKK/BKK (Normalisasi Kehidupan Kampus / Badan Koordinasi Kampus) telah mengebiri aktifitas pergerakan mahasiswa diranah politik. Hal itu seolah membungkam dan menutup aspirasi mahasiswa untuk show off ke panggung parlemen bahkan turun ke jalan bersama buruh dan tani.
Demi penyelamatan organ dakwah di intra kampus. Maka kami mendeklarasikan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia tanggal 29 Maret 1998 di Aula UMM Malang. Yang sekarang kami hangat disapa KAMMI. KAMMI bersama ribuan buruh, poros mahasiswa lainnya dan petani kala itu, bersatu untuk menundukkan rezim otoriter Suharto. KAMMI bertransformasi dari ormas menjadi ormek yang siap mewadahi aktivitas mahasiswa yang berkaitan dengan publik dan kenegaraan diluar parlemen. KAMMI menjadi titik hubung mahasiswa kepada birokrasi pemerintahan agar segalanya tetap dalam pengawasan dan berada pada lintasan edarnya.
Diusia belianya 16 tahun pasca reformasi , kini harapan KAMMI adalah semakin mempesona generasi muda untuk melihat perjuangan ke depan yang begitu panjang dan penuh onak. Gerak reformis moderat menjadi daya juang agar senantiasa berjalan dengan tahapan-tahapan strategis. Berbekal ilmu akidah dengan iman yang mendalam menjadi modal keruhanian KAMMI. Dengan intelektual yang mengedapankan pedoman ilahiah tidak akan menjadi kekhawatiran adanya pembelotan dan pembiasan agama.
Dengan berkembangnya zaman baik teknologi maupun informasi kini KAMMI telah bermetamorfose menjadi organisasi pengkader dan juga organisasi amal. Organ yang menjadi episentrum iron stock pemimpin masa depan demi terwujudnya bangsa dan negara yang islami. Memberikan pandangan dalam gerakan dakwah tauhid, intelektual profetik, sosial independen dan politik ekstra parlementer.
Sekarang jika masih ada yang berpandangan buruk terhadap KAMMI , kemungkinan merekalah yang belum memahami arti penting politik yang sesungguhnya. Bukan artinya mempolitisasi agama. Atau menjadikan agama alat tunggangan politik. Akan tetapi dengan agama ,politik akan menjadi terarah, bersih , bebas liberalisme dan radikalisme. Tanpa agama kita akan menjadi manusia realis dengan membenturkan semua aturan dengan kontrak sosial dan aturan umum tanpa filter. Sedangkan bagi yang terkultuskan terhadap agama memenjarakan kita menjadi kalangan utopis yang anti sosial dan pemerintahan. Padahal Islam adalah agama yang syumul (menyeluruh) dan wasathiyah(pertengahan). ilmiyyah dan waqi’iyyah (realistis)
Maka dari itu KAMMI sampaikan surat ini untuk kawan-kawan seperjuangan dakwah. Untuk mahasiswa muslim dimanapun Anda beraktifitas. Untuk calon generasi bangsa yang telah dinashkan Allah dalam surah Ali ‘Imron: 139  “Dan janganlah bersikap lemah dan janganlah bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi, jika kamu orang-orang yang beriman.” Mari kita garis bawahi kata superlatif ayat ini. kita menjadi orang yang paling tinggi bukan hanya tinggi ketika beriman. Umat Islam generasi Rasulullah Shalallahu’alaihi wassalam adalah generasi terbaik yang kuat iman mereka hingga merajai hampir seluruh dunia.
Untuk rekan-rekan LDK ITS , aktivis BEM dan seluruh barisan yang sedang memperjuangkan agama Allah. Polarisasi pemikiran telah menelurkan ketidakseragaman. Persaudaraan ini tak akan menjadi faktor runtuhnya harga dan popularitas lembaga. Jangan lagi ada kebencian di hati. Ideologi kebenaran tak akan pernah salah. Dakwah yang settle akan berjalan bila pemahaman agama kita telah komperhensip. Dakwah yang tak hanya berdiri didataran teknis. Berbangga diri menjadi event organizer. Namun berjuang bersama menuju level strategis.
Kesamaan medan Islam merupakan kebutuhan pokok kita semua karena sesungguhnya tujuan amal Islam yang sangat agung membutuhkan terhimpunnya kekuatan dari seluruh ummat dalam satu garis lurus. Solidnya persatuan dan konspirasi untuk melenyapkan Islam sangat kuat. kemudian Hal yang paling ditakutkan bercerai-berainya barisan umat Islam bahkan saling membenci akan menimbulkan malapetaka diantara kaum muslimin. (Kebangkitan Islam:Fathi Yakan).
Mari bersatu kita galang konsensus ,menyatukan kecintaan kita terhadap agama Allah. Bersama-sama membangun Negeri ini menjadi Islami. Jangan ada lagi pembatas organ yang mensudutkan ORMEK ataupun Istilah No politik Islam. Refleksi akhir tahun ini adalah bagaimana simbiosis antara banyak simpul bisa ditautkan dan membentuk kekuatan baru. Untuk kejayaan ummat yang lebih sempurna.

AYO GABUNG KAMMI !
Bersama KAMMI membangun Negeri
#BeraniBeraksi


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s