MANISKAH PAMUNGKAS 2014 di PILREK ITS?

MANISKAH PAMUNGKAS 2014 di PILREK ITS?

Semakin menarik bagaimana kepemimpinan umat diulas. Akhir tahun menambah hujan pesta demokrasi setelah terpilihnya jokowi sebagai presiden negara maritim khatulistiwa dan struktur parlemen serta beberapa pejabat publik lainnya. Kini di sektor pendidikan kota pahlawan kembali mencari sosok pemegang amanah tertinggi. Kampus Teknik Sepuluh Nopember tengah menggelar proses pemilihan rektor. Ada beberapa poin penting untuk tidak ditinggalkan mengingat keadilan dan keegaliteran telah beberapa kali diciderai. Pragamtisme gerakan bergitu mengancam. Seolah yang bathil itu benar dan mencari pembenaran.  Sebagai seorang mahasiswa yang memiliki ideologi khas. Tentu kami jauh dari nilai taklid namun bergerak atas dasar pemahaman. Memperhatikan beberapa  situasi dalam berlangsungnya PILREK ini , kembali kepada landasan dasar penyelenggaraan pilrek ITS:
1.    PERMENDIKNAS-No-24-Tahun-2010 mengenai Pengangkatan dan pemberhentian rector
2.    PP 58-2013 mengenai Pendanaan PTN BH
3.    STATUTA ITS

Kami mengharapkan segala tranparansi dan keterbukaan bagi semua komponen yang terlibat di dalamnya, mulai dari menteri ristek dan pendidikan tinggi sampai mahasiswa ITS.

Pertama kami arahkan kepada Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi agar dapat selektif dan benar-benar memahami kebijakan PILREK warisan dari Menteri Pendidikan sebelumnya. Otonomi kampus dalam menentukan pimpinannya tentu sangat sarat akan terulangnya perbedaan suara yang terjadi di pemilihan rektor ITS sebelumnya. Bagaimana suara Menteri ibarat suara langit yang bisa saja merubah semua hasil dari suara kampus. Indikasi pragmatis sangat melekat ketika hal ini terulang kembali. Kami berharap PERMENDIKNAS dapat dikaji lebih dalam kembali agar potensi yang menimbulkan dugaan arah demokratisasi politik kampus ke ranah parlemen ataupun partai bisa terhapuskan dan tidak terjadi di kampus lain. Untuk saat ini harapan kami adalah bahwa Menteri dapat menentukan suara sebijak mungkin sesuai parameter, syarat dan ketentuan yang berlaku. Sungguh aneh ketika zaman borjuisasi kembali menorehkan bekas ke dalam dunia pendidikan, kaum elitis dan juga intelek hendaknya tidak dipolitisasi. Kapitalisasi bukan solusi untuk memajukan Pendidikan.

Kemudian kepada para Senat yang memiliki hak pilih dan beberapa bertugas sebagai Panitia Pemilihan Calon Rektor yang mendapat amanah langsung dari Menteri. Perlu kita ketahui bersama langkah pemilihan pemimpin adalah bukan hanya agenda ceremonial. Tidak cukup dengan membentangkan ex banner, meramaikan medsos, mengenalkan calon dan sebagainya. Meski telah beberapa hal dilakukan namun edukasi ke semua elemen pemilih dalam penyaringan bakal calon perlu maksimalkan. Edukasi mulai peraturan dalam memilih, pengenalan semua bakal calon secara masal dan terstruktur, mekanisme pemilihan serta edukasi dua arah yang terkontrol. PPCR adalah sebagai panitia. Dan ini berkaitan hal teknis dalam terselenggaranya sebuah perhelatan. Komunikasi antara panitia dosen, tendik dan mahasiswa harus senantiasa dilakukan. Rambu rambu, himbauan dan  ajakan PILREK ITS BERSIH, ADIL juga masih belum dirasakan semua elemen. Seolah panitia belum berkoordinasi dengan baik. Kemudian kami sampaikan saran kepada PPCR agar melakukan cheklist atau tester pemilihan kepada semua elemen untuk mengetahui seberapa besar minat pemilih untuk ikut pertisipasi kemudian agar partisipasi semua pihak baik itu dosen baru , mahasiswa baru juga mampu merasakan memilih calon yang benar benar sesuai. Serta dapat menjadi bukti bahwa civitas ITS bukanlah kalangan apatis.

Kepada anggota Senat sebagai pemilih. Suara Kalian adalah suara langit bawah. 65% hak suara yang kalian miliki sangat berpengaruh untuk ITS kedepennya. Jangan sampai apa yang sudah diantarkan oleh penyaring sebelumnya tidak menjadi pertimbangan.

Kepada BEM selaku eksekutor kalangan mahasiswa, sadarkan mahasiswa agar bangun dari pulasnya menghindari sistem politik. Pendidikan yang dipolitisasi siap mengancam hak hak kami untuk belajar nyaman. Pendanaan mode PTN-BH tentu akan lebih memberikan ruang bagi kampus untuk semakin melebarkan sayap. Komunikasikan semua edukasi yang diberikan kepada semua Himpunan dan mahasiswa lainnya. Semoga rintihan kecil mahasiswa yang hanya mendapat peluang 1% dalam pemilu manjadi modal agar identitas kami sebagai mahasiswa tetap diperjuangkan. Nilai nilai intelektual kebersamaan dan perjuangan untuk selalu bergerak.

Kepada mahasiswa KM ITS yang tentunya semua membanggakan. Kebanggan itu akan terus ada jika kita tidak manja dengan kondisi yang ada. Selalu menuntut namun tak pernah memberi. Prestasi kita masih  belum maksimal. Maka dari itu mari tingkatkan. Wawasan kebangsaan kita belum teruji. Mari kita perdalam. Dan Pemilihan Rektor ITS adalah suatu keniscayaan bagaimana kita tidak melepaskan aspek intelektual dengan politik. Mari kita sukseskan bersama PILREK tahun ini. Sebagai pamungkas akhir tahun yang membahagiakan. Sebagai bukti kecilnya suara mahasiswa masih mampu terbang ke langit untuk menyuntikkan perubahan.

Kepada Bakal Calon yang diagungkan ilmu kalian. Berikan yang terbaik kepada ummat ITS. 4 tahun bukan jalan panjang. Jangan mengharap untuk mendapat amanah ini. Namun relakan orang terbaik diantara kalian yang dapat memenuhinya. Tetaplah berkarya dan Jayakan ITS. Semangat hadapi PTN –BH.

HIDUP MAHASISWA
VIVAT HIDUP ITS.. HIDUP ITS.. HIDUP ITS
ALLAHUAKBAR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s