KAMMI Sang Pemberani

Kami adalah orang-orang pemberani. Hanyalah Allah yang kami takuti. Tidak ada satu makhluk pun yang bisa menggentarkan hati kami, atau membuat kami tertunduk apalagi takluk kepadanya. [Kredo Gerakan KAMMI]

Keberanian merupakan modal sekaligus ciri khas para pahlawan. Sepanjang sejarah, hanya keimanan yang bisa melahirkan keberanian tanpa banding. Mari kita tengok ke sejarah, tatkala Ali ra harus tunduk pada komando Rasulullah tinggal di rumahnya menggantikan Rasulullah untuk tidur di ranjang beliau, sementara Rasul dan Abu Bakar menyelinap berangkat hijrah ke Madinah. Di luar rumah, puluhan penjagal sudah siap dengan pedang dan tombak terhunus. Toh, Ali tetap mentaati amanah yang diberikan Rasulullah kepadanya. Padahal usia Ali pada waktu itu hanya belasan tahun. Itulah namanya keberanian.

Menjadi pemberani bukan berarti sama sekali tidak punya rasa takut. Berani dan takut merupakan sifat dasar manusia. Akan tetapi untuk menjadi seorang pemberani perlu ditumbuhkan sikap lain yang dapat menunjang keberanian.

Pertama, takut kepada Allah. Rasa takut tidak dapat dihilangkan tetapi hanya bisa direstrukturisasi. Takutlah hanya pada hal/ tempat yang layak untuk ditakuti.

Kedua, yakinlah pertolongan dan bantuan Allah. Manusia akan merasa jauh dari Allah jika ia melanggar larangan dan meninggalkan perintah-Nya. Akibatnya ia tak memiliki  keyakinan lagi akan bantuan Allah. Hatinya selalu takut dan penuh rasa tidak percaya diri.

Ketiga, milikilah tujuan hidup yang benar. Tujuan hidup akan sangat berpengaruh pada keberanian menanggung risiko. Segala tujuan hidup seharusnya bermuara pada kebahagiaan di akhirat.

Keempat, tanamkan orientasi cinta kepada akhirat. Penyebab kelemahan dan kekalahan umat ini adalah karena mereka cinta dunia dan takut mati (sabda Rasulullah).

Kelima, memperdalam kisah-kisah tokoh pahlawan yang memiliki keberanian. Lewat kisah-kisah tersebut semangat keberanian kita akan semakin bertambah besar.

Keenam, berolahraga dan melakukan latihan-latihan fisik. Hal ini untuk memelihara stamina tubuh dan menumbuhkan mental atau nyali agar tidak lemah.

Ketujuh, biasakanlah hidup susah dan aktivitas penuh tantangan. sebab, seperti kata Rasulullah bahwa karunia dan kenikmatan itu tidak abadi. Sehingga jika Allah menghendaki kita untuk hidup susah, maka kita sudah siap dan tetap berkhusnudzan kepada Allah.

Kedelapan, bergaul dengan orang-orang yang penuh semangat dan bergelora. Seseorang itu tawanan lingkungannya, jika lingkungan ia adalah lingkungan orang-orang pemberani maka ia akan menjadi pemberani. Sebaliknya, jika lingkungannya berisi para pengecut iapun juga akan tertular menjadi pengecut.

Kesembilan, kuasai argumentasi dan alasan rasional yang bisa digunakan untuk mempertahankan kebenaran. Karena sesungguhnya kebenaran itu logis dan rasional.

Kesembilan cara menumbuhkan keberanian ini, intinya kembali kepada keyakinan seseorang terhadap kebenaran itu sendiri. Sejauh mana seseorang yakin dengan sebuah kebenaran, maka sebesar itulah ia memiliki keyakinan untuk mempertahankannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s