Miracle of Ramadhan

Ramadhan berasal dari bahasa Arab yang berarti sangat panas atau kering. Memang, bulan Ramadhan itu sebelumnya hanya dikenal oleh orang-orang Arab, sehingga lebih populer di tanah Arab. Yang membedakan bulan Ramadhan dengan bulan lainnya yaitu kewajiban melakukan berpuasa. Dimana kewajiban puasa ini sudah menjadi tradisi orang-orang terdahulu (para nabi dan utusan). Sedangkan tujuan akhir (al-Ghoyah) Allah SWT memerintahkan puasa ialah agar meraih derajat paling tinggi (taqwa). Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian puasa sebagaimana diwajibkan atas kaum sebelum kalian, agar kalian bertaqwa”.  (Q.S al-Baqarah (2:183).

Karakteristik orang-orang bertaqwa ialah melaksanakan perintah Allah dengan sebaik-baiknya tanpa mengeluh, dan berusaha sekuat tenaga menjauhi larangan-larangan-Nya. Dan puasa adalah salah satu proses menuju ketaqwaan. Hampir seluruh masyarakat muslim di dunia menunggu bulan yang penuh berkah ini. Hampir bisa dipastikan dalam setiap datangnya bulan Ramadhan berkah Allah turun kepada mereka yang kurang beruntung pada bulan-bulan lain. Yang tidak punya pekerjaan, dalam bulan Ramadhan menjadi punya pekerjaan yang sifatnya dadakan, seperti menjual buah-buahan untuk berbuka, dan berkah itupun juga sampai kepada umat muslim lainnya yaitu rezeki yang datang berlipat dari biasanya, itu semua karena kemuliaan bulan suci ini.

Dalam bulan ini Allah SWT menampakkan segala kemurahan –Nya kepada seluruh umat muslim yang mengerjakan puasa seperti dalam firman Allah SWT pada surat Al-Baqarah 185 : “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”

Keajaiban bulan Ramadhan telah banyak dirasakan oleh umat muslim, baik secara individu maupun secara massal. Seperti yang kita tahu bahwa salah satu keajaiban yang ada dan terakui sampai sekarang adalah turunnya Al-Qur’anul karim, seperti dalam firmannya : “sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.”( QS Ad- Dukhaan:3). Ini menjadi sebuah hal yang tidak bisa dipungkiri bahwa Ramadhan memang benar-benar bulan yang dipenuhi rahmat dan keajaiban oleh Allah SWT.

Keajaiban yang lain adalah rasa solidaritas antara umat muslim seluruh dunia meningkat. Karena pada bulan ini umat muslim dari timur hingga barat diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa. Selain itu seorang yang merasa lapar dan dahaga juga akan merasakan kesengsaraan saudara-saudaranya yang kekurangan atau tertimpa musibah, sehingga timbul perasaan kasih sayang terhadap umat muslim yang lain.

Telah banyak penelitian bahwa puasa itu menyehatkan jasmani dan rohani kita. Seperti yang kita tahu bahwa alat pencernaan kita tidak berhenti untuk mencerna  setiap makanan yang kita masukkan dalam tubuhkita ini. Dengan puasa, alat pencernaan diberikan kesempatan untuk istirahat, karena puasa dapat mencegah pola makan yang berlebihan. Makanan yang berlebihan gizi belum tentu baik utnuk kesehatan seseorang. Karena jika tubuh ini kelebihan gizi, maka yang terjadi penyakit-penyakit kronis seperti jantung koroner, diabetes, dan kolesterol dengan sangat mudahnya menyerang tubuh kita ini. Pengaruh yang nyata dari puasa ini adalah pembebasan tubuh dari racun dan kotoran yang mengendap dalam tubuh kita ini, memblokir makanan untuk bakteri, sel kanker dan virus sehingga tidak bisa bertahan hidup dalam tubuh kita, menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh, memperbaiki fungsi hormonal dalam tubuh, meremajakan sel-sel tubuh, bahkan dapat memberikan rangsangan pada tubuh untuk pemulihan dan meningkatkan fungsi kerja organ tubuh menjadi lebih baik.

Ajaran Rasulullah SAW yang mana kita disunnahkan berbuka puasa menggunakan kurma dan minuman yang manis, mempunyai makna kesehatan yang penting bagi tubuh kita ini. Seperti yang kita tahu bahwa makanan dan minuman yang manis mengandung sumber eergi utama bagi sel tubuh yaitu glukosa yang dapat langsung efektif diserap oleh tubuh untuk memulihkan tenaga setelah seharian melakukan aktivitas maupun kegiatan sehari-hari.

Selain itu, Ramadhan mempunyai keajaiban yang lain, yaitu pembatasan kalori yang masuk pada tubuh ini akan meningkatkan kinerja otak kita dan otak akan membentuk struktur otak baru dan merelaksasi sistem saraf. Berpuasa menjadi bagian dari perintah agama. Sementara itu agama dan spiritualitas merupakan bentuk perilaku manusia yang dikontrol otak. Ketua Centre for Neuroscience, Health, and Spirituality (C-NET) Doktor Taufiq Pasiak mengatakan bahwa puasa menjadi latihan mental yang berkaitan dengan sifat otak, yakni neuroplastisitas. “Sel-sel otak dapat mengalami regenerasi dan membentuk hubungan struktural yang baru, salah satunya karena latihan mental yang terus-menerus,” kata Taufik. Jika diartikan secara gampang, bahwa apabila seseorang melakukan perbuatan baik secara terus-menerus, struktur otaknya akan berubah. Waktu yang dibutuhkan untuk mengubah sel saraf itu minimal 21 hari. Menurut Taufik, puasa adalah latihan mental yang menggunakan perantara latihan menahan kebutuhan fisik.

Otak dapat mengingat dengan baik di saat tenang dan rileks. Ketika tidur, biasanya orang bermimpi. Kenapa? Karena di waktu ini otak hanya menerima dan mengelola informasi yang berasal dari dalam dirinya. Di dalam Al-Quran, menurut Taufik, ada istilah an-nafsul-muthmainah (jiwa yang tenang) karena memang dalam suasana tenang orang dapat berpikir dengan baik dan memiliki kepekaan hati yang tajam. “Ketenangan membuat kita tidak reaktif menghadapi permasalahan,” katanya. Otak terdiri atas triliunan sel yang terhubung satu dengan lainnya. Di dalamnya bisa disimpan 1 miliar bit memori atau ingatan. Ini sama dengan informasi dari 500 set ensiklopedia lengkap. Di dalam otak, ada sel yang disebut sebagai neuroglial cells. Fungsinya sebagai pembersih otak. Saat berpuasa, sel-sel neuron yang mati atau sakit akan ‘dimakan’ oleh sel-sel neuroglial ini. Fisikawan Albert Einstein dikenal sebagai orang yang suka berpuasa. Ketika mendonasikan tubuhnya, para ilmuwan menemukan sel-sel neuroglial di dalam otak Einstein 73 persen lebih banyak ketimbang orang kebanyakan.

Sebuah penelitian yang dilakukan John Rately, seorang psikiater dari Universitas Harvard, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa pengaturan dan pembatasan asupan kalori meningkatkan kinerja otak. Dengan alat functional Magnetic Resonance Imaging (fMRI), Rately memantau kondisi otak mereka yang berpuasa dan yang tidak. Hasilnya, orang yang shaum memiliki aktivitas motor korteks yang meningkat secara konsisten dan signifikan.

Taufik mengatakan bahwa puasa adalah salah satu bentuk tazkiyatun nafs dan tarbiyatun iradah. Karena itu, sejak niat puasa, perilaku selama berpuasa dan ritual-ritualnya berada dalam konteks memperbaiki nafsu, menumbuhkan, kemudian mengelola kemauan-kemauan manusia

Dalam puasa Ramadhan pun kita oleh Allah akan diberikan hadiah, yaitu malam yang mulia, malam yang lebih baik daripada seribu bulan yaitu malam Lailatul Qadar. Seperti riwayat oleh Imam Malik dalam Al Muwatha’, dia telah mendengar dari seorang ahlul ilmi tsiqah yang telah mengatakan: “Sesungguhnya telah diperlihatkan usia-usia umat sebelumnya kepada Rasulullah Saw., atau apa yang telah Allah kehendaki dari hal itu, dan sepertinya usia umat beliau tidak mampu menyamai amalan yang telah dicapai oleh umat-umat sebelumnya, maka Allah memberi beliau Lailatul Qadar yang lebih baik daripada seribu bulan.” (HR. Malik).

keajaiban tidak berhenti di sini saja. Allah SWT memerintahkan kita berpuasa di bulan Ramadhan juga untuk merenungi apapun yang pernah kita perbuat, karena dalam bulan ini, Allah membuka pintu ampunan selebar-lebarnya kepada kita, seperti dalam sabda Rasulullah SAW : “Dan siapa yang berpuasa Ramadhan dengan didasari keimanan dan pengharapan ridha Allah, diampunkan untuknya dosa yang telah lalu.” (HR. Bukhari)

Allah tidak hanya memberikan itu saja, namun keistimewaan bulan Ramadhan yang lain adalah jika kita melakukan umrah ke tanah suci, maka pahalanya sama dengan haji. Rasulullah Saw. bersabda kepada seorang wanita Anshar:”Jika datang Ramadhan maka lakukanlah umrah, karena susungguhnya umrah dalam bulan itu setaraf dengan haji.” (HR. An Nasa’i).

Itulah beberapa keajaiban yang terjadi pada bulan Ramadhan yang mulia ini. Maha Benar Allah atas segala perintah-Nya kepada umat manusia yang beriman pada-Nya. Sungguh tiada yang sia-sia apa yang ada di dunia ini jika kita beriman dan yakin terhadap apa yang diturunkan-Nya. Dan sungguh janji Allah adalah janji yang mutlak dan akan diberikan janji itu kepada orang-orang yang bertaqwa.

Ya Ramadhan…

Engkau kini datang lagi

Berjuta hikmah engkau taburkan

Berjuta pahala engkau tawarkan

Bergelimang berkah engaku suguhkan

 Ya Ramadhan…

Ku takut tak bisa menjamu-Mu

Ku takut tak bisa menata amal di bulan-Mu

Penuhi waktu dengan tadabur Qur’an

Basahi bibir dengan dzikir

 Ya Ramadhan

Kedatangan-Mu berkah terdapati

Bagi orang-orang beriman

Mata terjaga dari fitnah

Ucap terbina dari dusta

 Ya Ramadhan…

Hikmah-Mu Ku gapai

Dengan-Mu Ku belajar sabar

Dengan-Mu Ku teteskan air mata

Saat teringat gelimangan dosa ku lalui

 Ya Ranmadhan…

Maafkan Aku seandainya ku tak bisa menjamu-Mu

 

Penulis:  Vandi Alextrianto(Staff Dept. Kastrat KAMMI1011)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s