Open Recruitment KAMMI Sepuluh Nopember

“Lir-ilir, lir-ilir
tandure wis sumilir
Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar
Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi
Lunyu-lunyu yo penekno kanggo mbasuh dodotiro
Dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir
Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore
Mumpung padhang rembulane mumpung jembar kalangane
Yo surako… surak hiyo…”

Arti :
“Sayup-sayup bangun (dari tidur)
Tanaman-tanaman sudah mulai bersemi,
demikian menghijau bagaikan gairah pengantin baru
Anak-anak penggembala, tolong panjatkan pohon blimbing itu,
walaupun licin tetap panjatlah untuk mencuci pakaian
Pakaian-pakaian yang koyak disisihkan
Jahitlah benahilah untuk menghadap nanti sore
Selagi sedang terang rembulannya
Selagi sedang banyak waktu luang
Mari bersorak-sorak ayo..”

Nasihat Sunan Kalijaga sangat dalam. Makna hijau adalah islam. Pembawanya bukan jenderal atau panglima, tapi ‘cah angon’ alias anak gembala. Mereka harus memperhatikan gembalaannya dengan seksama. ‘Cah angon’ harus naik ke atas pohon belimbing –buah bersisi lima melambangkun rukun islam- meski licin. Demikianlah, KAMMI adalah ‘cah angon’ bagi umatnya. Memberi petunjuk, mengarahkan dan kadang harus memperingatkan umat agar tidak melenceng dari ‘buah belimbing-rukun islam’. Karena KAMMI adalah cah angon yang cerdas alias lebih intelektual.

-IJTIHAD, Membagun basis Gerakan by : Amin Sudarsono-

Jadilah bagian dari KAMMI, OPREC 12-13

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s