Narasi Gerakan KAMMI (1980-2024)

Ada 6 Mihwar Gerakan KAMMI dalam membangun Indonesia:

1. Fase Ideologisasi (80-98)
Jujur saja, secara ideologis kammi lahir tidak di tahun ’98. Ideologinya lahir sejak mula gerakan tarbiyah ini tiba di Indonesia, mungkin sekitar era 80-an. Di fase ini terjadi ideologisasi yang luar biasa di kalangan kaum muda dan berhasil menciptakan masyarakat muda dengan model baru di Indonesia. Ideologinya mengajarkan Islam adalah segalanya, sehingga di antara perbedaan yang terasa adalah masyarakat ini tidak tersentuh dengan setuhan ideologi pancasila yang dipaksakan. Bahkan menganggap rezim berkuasa adalah musuh nyata yang harus ditumbangkan, dan digantikan dengan kebesaran Islam. Di sini tampak nyata bahwa kemenangan Islam adalah jiwa perjuangan kami.

2. Fase Resistensi (98-2004)
Ideologi gerakan tarbiyah ini masif di kampus. Pada saat badai krisis moneter menerjang menuju krisis ekonomi dan politik, maka para aktivis dakwah kampus pun bersepakat mendirikan kesatuan aksi mahasiswa muslim indonesia. Sejak itu agenda-agenda resistensi kekuasaan semakin massif menjadi agenda perjuangan bangsa Indonesia. Satu hal yang pasti: rezim orba harus segera diakhiri. Kebatilan adalah musuh abadi kammi. Fase resistensi ini terus berlanjut hingga rakyat mendapatkan kesempatan untuk menentukan pemimpin pilihannya sendiri.

3. Fase Reformulasi (2004-2009)
Fase ini pemerintahan baru dengan legitimasi kuat pilihan rakyat berjalan. Pada saat yang sama struktur negara pun semakin kuat. Hadir Mahkamah Konstitusi, kokoh pula Komisi Pemberantasan Korupsi, dan lembaga kenegaraan lainnya. Di fase ini masyarakat pun semakin kuat dengan gerakan kemandirian sivil lembaga swadaya masyarakatnya yang menunjukkan hadirnya format sosial baru di Indonesia. Mahasiswa pun hadir tidak lagi sebagai penyambung lidah rakyat, karena rakyat telah berlidah sendiri untuk memperjuangkan aspirasinya. Mahasiswa dituntut untuk melakukan reformulasi negaranya dengan lebih strategis. Ini yang menjadi tantangan gerakan mahasiswa. KAMMI dalam hal ini menawarkan formulasi model kepemimpinan baru yang dikenal dengan model kepemimpinan muslim negarawan. Tawaran ini adalah cermin dari prinsip gerakan kammi, solusi Islam adalah tawaran perjuangan kammi.

4. Fase Rekonstruksi (2009-2014)
Fase 2009 sebenarnya adalah fase titik balik yang menentukan. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi. Namun yang pasti setiap gerakan harus memiliki rencana strategis (renstra) di tengah turbulensi nasional dan global ini. rencana strategis di lima tahun ke depan adalah menggulirkan Narasi Rekonstruksi Kebangsaan. “Rekonstruksi” harus menjadi icon bagi pergerakan Indonesia. Rekonstruksi ini membawa agenda mentransformasikan demokrasi dari demokrasi formal saat ini menuju demokrasi substansial. Demokrasi yang dibutuhkan bukan lagi keseimbangan kekuasaan (power sharing) antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif, melainkan bagaimana rakyat dapat sejahtera, aman secara politik dan ekonomi, dan bermartabat secara budaya. Ini political content yang mesti digulirkan. Di antara political content yang harus dibangun adalah melandaskan ideologi pada kemanusiaan dan keindonesiaan, bukan lagi timur dan barat, atau utara dan selatan, dalam konteks keindonesiaan perlu dibangun konsep nasionalisme baru, nasionalisme progresif bukan nasionalisme romantis, di titik ini para elit penguasa pun harus mampu membangun politik rekonsiliasi dalam rangka rekonstruksi keindonesiaan, gerakan mahasiswa pun harus lebih banyak tampil mempelopori gerakan-gerakan perbaikan dan konstribusi nyata dalam upaya rekonstruksi baik dari segi amal kemasyarakatan maupun penyaiapan SDM unggulan.
Di sini, kammi harus mengkonstruk kader-kadernya meningkatkan keahlian di bidangnya dan bergerak sesuai kompetensinya. Kelak, kader yang kompeten di bidang ekonomi syariah bekerja keras memperbaiki resesi ekonomi di sektor real dan makro. Kader di kedokteran pun bekerja memberikan pelayanan kesehatan yang terjangkau bagi masyarakat. Kader di bidang politik pun bersungguh-sungguh membangun sistem terbaik bagi masyarakat. Para kader pengusaha menjadi perekrut pekerja terbanyak yang turut menyelamatkan ekonomi keluarga miskin dan menambah devisa negara. Agenda rekonstruksi di berbagai level ini sebagai bukti bahwa perbaikan adalah tradisi perjuangan kammi.

5. Fase Leaderisasi (2014-2019)
Bila dalam rentang lima tahun ini kammi berikut para alumnusnya berhasil merekonstruksi bangsa ini, maka hanya kepercayaan yang akan diberikan masyarakat pada kammi untuk memimpin negeri ini. sudah saatnya umat ini tampil menjadi pemimpin negeri ini diberbagai sektornya, baik di pemerintahan, media, hukum, bidang ketahanan militer, teknologi, informasi, pelayanan, bisnis, rektorat kampus, dan lain sebagainya. Tentu di fase ini usia kader kammi sudah tidak hanya 20 tahun level mahasiswa melainkan sudah ada yang seusia dengan nabi Yusuf yang layak memimpin negeri. Kepemimpinan harus merata di segala sektor. Yang pasti di fase ini, tidak hanya dari organ kammi (dan alumni) yang memimpin tapi dari organ lainnya yang memiliki jiwa kenegarawanan. Karena disadari yang menyadari akan pentingnya rekonstruksi sudah sangat massif dan banyak yang ingin berperan. Tapi yang jelas semangat ini adalah implementasi dari spirit kepemimpinan umat adalah strategi perjuangan kammi.

6. Fase Internasionalisasi (2019-2024)
Jika bangsa ini telah bersatu dalam semangat reliji dan kebaikan, maka kebaikan Indonesia harus diperluas untuk dirasakan oleh negeri lainnya. Karena itu Indonesia harus mengawali spirit global partnership (kerjasama global) dalam menyelesaikan persoalan-persoalan kemanusiaan. Ini adalah implementasi dari ukhuwah Islamiyah, ukhuwah insaniyah, dan ukhuwah `alamiyah. Kammi berprinsip persaudaraan adalah watak mu’amalah kammi. Jika banyak negara merancang visi 2020, kammi lebih awal di tahun 2019 sudah menabuh genderang global partnership dari negara lainnya yang menghendaki pasar bebas sebebas-bebasnya dengan meyakini tesis pemenang dunia global adalah kapitalisme liberal. Kammi hanya meyakini dengan usaha perbaikan yang telah dilakukannya, kisah kapitalisme liberal Barat yang sangat rakus ini berhasil dihentikan di Indonesia dengan ekonomi barunya, ekonomi spiritual.

Ini kira-kira kisah perjalanan gerakan peradaban yang telah dan akan kammi gulirkan. Sangat sulit memprediksi masa depan krn membutuhkan riset yang berlaurt-larut, akan lebih baik jika kita membuat new map (peta baru) perjalanan Indonesia ke depan. Yang pasti, kammi bukanlah semata gerakan mahasiswa, melainkan juga Harakah Islamiyah. Dan tantangan Harakah Islamiyah di seluruh dunia adalah bagaimana membumikan cita-cita peradabannya di negerinya hingga ke titik temu di dunia global. Semoga di perbedaan agenda gerakan ini, kita memiliki kesamaan tujuan dan persepsi. Katakanlah: “Hai kaumku, bekerjalah engkau di posisimu, sesungguhnya aku pun bekerja di posisiku, maka kelak kamu akan mengetahui.” > (QS. Az-Zumar: 39)

Sumber tulisan : KAMMI Sleman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s