KAMMI Surabaya : Tolak Kenaikan Harga BBM !!!

Press Release

Kenaikan Bahan Bakar Minyak(BBM) yang rencana akan diberlakukan oleh pemerintah pada awal April mendatang merupakan suatu pengkhianatan besar kepada rakyat Indonesia. Argumentasi dari pemerintah yang menjadikan alasan kenaikan harga minyak mentah dunia dari asumsi pada APBN 2012 90 USD(1$=Rp.8.800) per Barel menjadi kenyataannya sekitar 120 USD per Barel yang berakibat membengkaknya dana alokasi untuk subsidi BBM pada APBN tidak mempunyai landasan kuat. Pasalnya pemerintah terkesan melempar tanggung jawab dengan memberikan beban tersebut kepada rakyat untuk menutupi ketidakberesan mereka dalam mengelola keuangan negara.

Dalam kurun waktu pemerintahan SBY 2005 hingga 2012, anggaran belanja birokrasi naik dari 39,6 persen menjadi 51,4 persen, atau naik 21,0 persen. Sementara subsidi BBM dari 18,8 persen menjadi 8,7 persen atau turun 53,6 persen. Seharusnya pemerintah melaksanakan efesiensi anggaran dengan memangkas dana untuk belanja birokrasi kemudian digunakan untuk menutupi kekurangan dana subsidi BBM demi kepentingan rakyat. Hal ini telah menunjukan bahwa pemerintah lebih pada mengorbankan rakyatnya dari pada dirinya sendiri.

Selain itu, dampak gejolak naik turun harga minyak mentah dunia telah dialami oleh bangsa Indonesia dengan pernah beberapa kali menaikan harga BBM. Berbekal pengalaman tersebut, seharusnya pemerintah dari dulu merancang antisipasinya melalui pengembangan energi alternatif, misalnya Gas. Namun justru pembangunan kearah tersebut sangat minim yang menyebabkan ketergantungan terus pada minyak bumi. Ini menunjukan bahwa pemerintah tidak ada perencanaan yang matang dalam pengelolaan energi.

Upaya “pembusukan gerakan” terhadap aksi menolak kenaikan harga BBM yang dilakukan oleh pemerintah pada saat ini, tidak ubahnya sikap paranoid pemerintah yang alergi terhadap kritik dari para elemen bangsa yang menginginkan kehidupan rakyat lebih baik.

Oleh karena itu, maka Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia(KAMMI) Daerah Surabaya menyatakan sikap sebagai berikut :

  1. Menolak dengan tegas rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak yang direncanakan oleh pemerintah.
  2. Menuntut kepada pemerintah untuk melaksanakan efesiensi anggaran dan lebih memprioritaskannya pada anggaran yang bersentuhan dengan rakyat, sebagai solusi dari mengurangi beban APBN untuk subsidi BBM.
  3. Menuntut kepada pemerintah untuk mengembangkan berbagai energi alternatif yang potensial di Indonesia sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada energi minyak bumi.
  4. Mendesak kepada jajaran pimpinan kota Surabaya baik itu DPRD kota Surabaya maupun Pemerintah Kota Surabaya bersama-sama masyarakat Surabaya menolak rencana kenaikan harga BBM.
  5. Mengecam terhadap upanya aksi “pembusukan gerakan” yang sekarang dilakukan oleh pemerintah dalam upaya meredam aksi penolakan kenaikan harga BBM.

Demikian pernyataan sikap ini dibuat, semoga menjadi perhatian kita semua.

Surabaya, 21 Maret 2012
Ketua Umum

Fachrur Rosi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s