Refleksi Hari Pahlawan Untuk Perbaikan Indonesia

Bismillahirrahmanirrahim

Peristiwa pertempuran 10 November 1945 silam masih membekas pada negeri ini. Hal ini dibuktikan dengan setiap tahun bangsa ini memperingati pada tanggal tersebut sebagai hari pahlawan. Namun kini terlihat bahwa  setiap tahun peringatannya hanyalah sebuah peringatan simbolik belaka tanpa sebuah nuansa semangat yang menginspirasi terhadap perjuangan para pendahulu kita. Kini 66 tahun sudah peristiwa yang telah membekas dalam sanubari bangsa ini berlalu. Ternyata kini justru para penerus perjuangan bangsa ini telah mengkhianati pada pendahulunya. Kemerdekaan yang telah diperjuangkan seharusnya diisi dengan berbagai macam pembangunan yang ada. Namun realitanya justru berkebalikan, yang ada justru sebuah kondisi bangsa yang kian terpuruk. Pada penguasa dalam hal ini pemerintah justru melaksanakan kinerjanya hanya untuk melanggengkan kekuasaan belaka dari pada untuk kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia.

Pemberantasan korupsi yang didengung-dengungkan pemerintah juga hanya sebuah mimpi belaka, justru korupsi berkembang sangat menggurita, malahan sudah menjangkit pada lembaga pemerintahan di Kementrian yang telah menjadi lahan subur dari korupsi. Dari malai kasus suap Sesmenpora, kasus Kemenakertrans, dan masih banyak kasus lainya yang belum terendus.

Belum lagi kasus kesejakteraan rakyat yang sangat masih memprihatinkan. Standar kemiskinan Badan Pusat Statistik yang selama digunakan pemerintah untuk melakukan propaganda, ternyata sangat bias. Kalau yang miskin dihitung yang berpendapatan Rp233.740/bulan, di atasnya Rp233.740 sampai Rp250.000/bulan termasuk hampir miskin, ini berarti tipis sekali. Sebuah upaya pembodohan publik yang sangat menyesatkan.

Belum lagi kasus konflik di Freeport Papua yang merupakan puncak gunung es yang menjadi gambaran lemahnnya pengelolaan sumberdaya alam di negeri ini.  Berbagai potensi kekayaan-kekayaan alam yang banyak bertebaran di pelosok nusantara dari mulai minyak, gas, batu bara, dll justru sekarang mayoritas dikuasai oleh pihak asing. Dimana dengan itu maka secara otomatis  seluruh keuntungan justru mengalir ke para golongan kapitalis dan kalangan elit belaka.

Oleh karena itu, maka Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia(KAMMI) Daerah Surabaya menyatakan sikap sebagai berikut :

  1. Menjadikan momentum hari Pahlawan ini sebagai sarana untuk memperbaiki bangsa Indonesia dengan menginspirasi semangat perjuangan para pahlawan bangsa ini dan tidak hanya memperingatinya secara simbolik sebagaimana selama ini terjadi.
  2. Mendesak kepada pemerintah untuk meningkatkan kesejakteraan masyarakat dengan memanfaatkan seluruh potensi sumberdaya yang terdapat pada dalam negeri. Terutama adalah pengelolaan Sumber Daya Alam secara mandiri tanpa dikelola oleh pihak asing demi mewujudkan kemerdekaan ekonomi bangsa.
  3. Mendesak dan menuntut agar menindak para “pengkhinat-penghinat bangsa” dengan menuntasan segera terhadap skandal kasus Century, Rekening Gendut Polri, Mafia Pajak, Mafia Hukum dan Mafia Pemilu serta kasus hukum lainnya yang selama ini belum tertuntaskan.

Demikian pernyataan sikap ini dibuat, semoga menjadi perhatian kita semua.

Surabaya, 10 November 2011

Pengurus Daerah

KESATUAN AKSI MAHASISWA MUSLIM INDONESIA (PD KAMMI)

Fachrur Rosi, ST

Ketua Umum

081544084030

CP :

  • Yuliyanto Agung Prabowo (Ketua Departemen Kebijakan Publik) 085785251930

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s