Tak Tahu Kenapa, Tiba-tiba Teringat Indonesiaku Tahun Lalu

Tahun baru sudah lama berlalu, sekarang hampir memasuki penghujung februari. Namun ada sesuatu yang ingin kuceritakan kawan, yang ingin kuingatkan. Mencoba untuk memutar ulang kilasan peristiwa penting yang terjadi di bumi Indonesia pada tahun 2009. Tak tahu kenapa dan untuk apa? Yang jelas bagi orang yang mau berfikir, banyak hal yang bisa dijadikan pelajaran, hikmah yang bisa dipetik, dan boleh jadi mengingatkan kita pada PR yang belum terselesaikan. PR negeri ini yang tidak boleh begitu saja kita lupakan, karena ditakutkan akan terus menumpuk  dari tahun ke tahun, hingga borok yang ada terus melebar dan semakin mengakar.

Ok. Listen to this story! Januari 2009, bulan yang diawali dengan peristiwa terbakarnya Depo Pertamina di kawasan Plumpang Jakarta Utara yang menyebabkan kerugian minimal 15 Miliar Rupiah. Disusul dengan meninggalnya ketua DPRD Sumatra Utara, Abdul Aziz, akibat terkena serangan jantung terkait hubungannya dengan kasus aksi brutal ribuan pendukung pembentukan Provinsi Tapanuli. Pada maret 2009, Indonesia lagi-lagi kedatangan musibah berupa jebolnya Tanggul Situ Gintung di daerah Ciputat, perbatasan DKI Jakarta dan Banten.

Di pertengahan 2009, Indonesia kembali mengukir sejarah baru dengan digelarnya pesta demokrasi yang katanya juga dinikmati rakyat tiap lima tahun sekali. Riuh ramainya Pemilu, dari dana kampanye yang habis-habisan, sampai terpilihnya caleg-caleg yang tak kuat menerima kekalahan hingga harus terdampar di Rumah Sakit Jiwa. Dan pada Pemilu ke-10 inilah terpilih pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono sebagai Presiden dan Wakil Presiden, langsung pada putaran pertama. Tak ketinggalan berita ledakan bom di hotel JW Marriot yang lagi-lagi meresahkan masyarakat.

Agustus 2009, tewasnya Noordin M. Top otomatis menggemparkan publik Indonesia. Antara percaya dan tidak, namun fakta berbicara bahwa teroris yang paling dicari di Asia Tenggara ini telah tewas dalam penggerebekan di Solo. Belum sempat menarik napas sejenak, Indonesia kembali tertimpa bencana alam berupa Gempa Bumi berkekuatan 7,6 skala richter yang menimpa padang, Sumatera Barat pada 30 september 2009.

Ada lagi kasus yang selama beberapa bulan terakhir merajai media pemberitaan di tanah air, apa lagi kalau bukan kasus Bank Century. Bank yang rencananya akan diselamatkan dengan injeksi dana sebesar 6,7 triliun, namun entah bagaimana ceritanya, gundukan uang suntikan tersebut malah raib dan hilang tanpa jejak. Kemana? Sebentar, pertanyaan yang lebih sesuai adalah, siapa? Mengisi kantong deposan kakap yang mana? Terlalu banyak spekulasi. Ditambah lagi dengan tercengangnya seluruh lapisan masyarakat dengan pertikaian antara POLRI dan KPK. Dua lembaga pemerintah yang seharusnya bekerja sama, tetapi konflik antara cicak dan buaya ini malah semakin memanas, membuat kepercayaan rakyat semakin terkikis. Tak berhenti sampai disitu, kehebohan terjadi lagi. Yang tadinya cicak Vs buaya, malah berkembang menjadi buaya Vs buaya. Konyol!

Yah… Secara garis besar, sekelumit peristiwa di atas bisa dianggap mewakili profil wajah Indonesia selama tahun 2009. Dapat pula kita menilai kinerja dan keseriusan pemerintah dalam hal menata negeri ini. Pastinya, apa-apa yang sudah terjadi haruslah menjadi cerminan minimal untuk diri kita pribadi, berkaca apa saja yang sudah kita lakukan dan belum kita lakukan dalam kurun waktu satu tahun kemarin.

Dan bila melihat status kita sebagai mahasiswa yang digembor-gemborkan sebagai agent of change, iron stock, moral force dan social control, mau tidak mau akan ada masa dimana kitalah yang akan menjadi punggawa-punggawa untuk memimpin Indonesia yang sama-sama kita cintai ini, di bidang manapun kita berkecimpung pada akhirnya.

“…Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri…” (Qs. Ar-Ra’d : 11). Dengan niat, komitmen dan Action!! Tidak ada yang tidak mungkin, Indonesia bisa berubah menjadi bangsa yang lebih baik, lebih bermartabat. Semua itu akan terwujud, memang tidak mudah dan butuh kerjasama dari banyak pihak. Eventually, semua cita-cita besar tadi bisa kita awali dari diri sendiri, dari hal yang kecil dan mulai dari sekarang. InsyaAllah!!!

(ppd213_gromel@yahoo.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s