Pemuda Itu…

by Pinna Festi Shila

D3 Teknik sipil 2008

Pemuda adalah aset masa depan bangsa yang tidak untuk digadaikan apalagi dibiarkan. Tapi, butuh penjagaan, pemeliharaan dan arahan menuju aktifitas yang bernuansa positif dan kreatif. Tugas pemuda tidak hanya sebagai pengganti yang tua, tapi untuk merubah keadaan menjadi lebih baik. Pembinaan generasi muda menjadi sesuatu hal penting. Betapa tidak, generasi muda adalah mata rantai penghubung masa sekarang dengan masa depan. karena, kedudukan pemuda cukup strategis. Disisi lain, pemuda disanjung sebagai penggerak (agent) perjalanan sejarah.

Untuk mencapai perubahan itu, tidak cukup hanya sekedar bermodalkan semangat, ungkapan verbal, dan slogan, melainkan sesuatu perubahan yang benar-benar didasarkan pada komitmen terhadap Islam dan adab-adabnya, bahkan sunnah-sunnahnya. Pujian perlu diberikan kepada para pemuda mukmin karena mereka telah menghidupkan kembali sunnah-sunnah dan adab-adab Islam di kalangan lapisan terpelajar dan orang-orang yang hanya sedikit mempunyai perhatian terhadap agama.

Kapan pun zamannya dan dimana pun tempatnya, bahkan sepanjang sejarah pemuda merupakan tiang penyangga umat Islam dan pembawa arah kemajuan.  Sejarah telah membuktikan, keberhasilan dakwah Rasulullah SAW tidak terlepas dari peran para pemudanya. Tapi Kita patut bersedih ketika pemuda-pemuda kita hari ini lebih banyak disibukkan dengan agenda-agenda duniawi, mereka tersungkur dalam jebakan konsumerisme di alam modern.

Rasulullah sendiri sangat besar tekadnya dalam memotivasi dan melakukan  pembinaan kepada para pemuda, mempersiapkan mereka memanggul tanggung jawab dan mengembangkan dakwah demi kemaslahatan manusia. Via hadis-hadis beliau yang sangat banyak terdapat ungkapan yang berkaitan dengan kehidupan pemuda diantaranya mengarahkan akidah pemuda untuk berserah diri kepada Allah dan selalu beribadah kepada-Nya, beliau bersabda “tujuh orang yang akan dilindungi Allah dalam lindungan-Nya pada hari kiamat nanti salah satunya adalah pemuda yang sejak kecil sering beribadah kepada Allah Swt (H.R. Syaikhani).

selain itu, seruannya kepada para pemuda agar mempergunakan waktu sebaik-baiknya untuk membentuk pribadi pemuda yang disiplin, dan sadar akan pemanfaatan waktu, Rasulullah bersabda “pergunakanlah lima hal sebelum lima hal; hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, waktu senggangmu sebelum kesibukanmu, waktu mudamu sebelum masa tuamu, dan waktu kayamu sebelum masa miskinmu” (H.R. hakim).

Disisi lain, Pemuda dituntut untuk menuntut ilmu semata-mata hanya karena ikhlas kepada Allah dengan tidak menginginkan balasan dan ucapan terima kasih. Tujuan menuntut ilmu hanyalah untuk mencapai derajat yang Allah janjikan, Dalam firmanNya.

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat? ” (Al-Mujadalah : 11)

Disela-sela aktivitas yang berjibun, Mencari alternatif yang lebih baik untuk mengisi kekosongan yang dapat mendorong pemuda jatuh pada penyimpangan akhlaq. Dalan hal ini, keterampilan yang bermanfaat bagi pemuda, misalnya mengarahkan mereka untuk ikut serta dalam kegiatan-kegiatan nyata yang beragam, sehingga mereka terbiasa untuk aktif dan merasakan keberadaan mereka dalam hidup ini.

Mungkin dalam hal ini, kontribusi kita memang kurang sebagai pemuda yang sangat di banggakan, sehingga pamuda dalam masa kini tidak begitu terdengar gaungnya. minimal, jika kita tidak bisa berkontribusi terhadap orang lain, kita bisa menjadikan diri kita lebih baik dengan membenahi akhlaq kita sebagai pemuda. Karena dengan itu, kita bisa menjadi inspirasi bagi orang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s