AIR MATA DI BUMI ANDALAS

AIR MATA DI BUMI ANDALAS

30 september 2009

Sumbar, 17.16 p.m.

Gempa  7,6 SR menggunjang Ranah minang…

Meluluh lantakan bangunan-bangunan keangkuhan..

Mengoyak jiwa2 manusia

Memeras darah dan air mata…

Menggauangkan tangis dan jeritan insan yang lemah..

Kaki2 berlomba berlarian mencari pengharapan hidup…

17.58 p.m

Bumi minang kembali menggetarkan ubun-ubunnya…

Gempa susulan yang membuat dada semakin bergemuruh

Entah berapa lagi jiwa yang tumbang…

Menguatkan trauma pada jiwa2 yang tak berdaya

Hujan air mata tak mampu mendamaikan perihnya rasa kehilangan

1 oktober 2009

Jambi, 8.52 a.m

 Sumatra belum lelah dengan guncanganya…

Gempa 7 SR singgah di jambi…

Mata semakin nanar melihat luka2 yang pecah..

Hujan yang turun mencoba mendinginkan luka..

Tapi kepedihan itu tetap tak mau beranjak….

Hidup galau menanti kepastian penghidupan dibalik bangunan yang runtuh…

Ranah Minang, awal oktober

Duka terus menyelimuti,

Begitu banyak daerah terisolir…

Perihnya kehilangn orang2 terkasih belum cukup menjadi hadiah syawal..

Hidup tanpa kepastian…

Perut menjerit menuntut haknya…

Luka2 merindukan obatnya…

Pengharapan hidup seperti kondisi awal  terlampau jauh dari angan…

Hanya do’a2 yang mampu menguatkan…

Ya Rabb Kuatkan kaki ini untuk bangkit..

Tegakkan pungung2 yang lemah…

Hapuslah air mata ini sejenak…

Hamba hanya ingin BERSUJUD sekarang…

Mendekat padaMu Lebih dekat…

Berharap pelukMu untuk menguatkan jiwa yang smakin rapuh

kota pahlawan, awal 0ktober 2009

Massage dari ranah minang tak sedikitpun menggetarkan dada putra2 kota pahlawan….

Kampus2 hiruk pikuk dengan aktivitasnya…

Pasar2 ramai dengan geraknya…

Terlampau banyak senyuman bahkan canda gurau dikos2an…

Mal2 ramai dengan orang2 yang menghamburkan uangnya…

Bioskoppun penuh sesak dengan orang2 yan mencari hiburan…

Perempatan unair kampus A, 4 Oktober 2009

16.10 p.m

Segelintir manusia mencoba menunaikan kewajibannya…

agar lidah tak kelu ktika Rabb mempertanyakan

mencoba menggugah simpati mobil2 mewah yang lalu lalang..

berlomba dengan cepatnya durasi lampu merah…

kotak2 menghampiri  pula motor2 dan angkutan..

beberapa hati terguguh mengulurkan…

namun terlampau banyak manusia2 yang memilih acuh…

tak malukah mereka dengan adek kecil penjual Koran

 yang mungkin uang itu begitu berari bwtnya  tapi lebih dipilh untuk disumbangkan…

Ya Rabb getarakanlah hati2 yang angkuh…

bukan hanya untuk bersimpati…tapi juga introspeksi…

bersyukur akan teguran lembut dariNya…

mungkin ini azab bagi ahli maksiat…

atau teguran bagi hamba yang lalai…

dan petunjuk bagi insan yang berfikir…

saat space hidup masih dianugrahkan…

janganlah qta syukuri dengan keangkuhan…

karena durasi hidup semakin pendek…

Allah punya banyak cara untuk menjemput hambaNya…

aceh, jogja, tasik,padang, jambi…

entah hari ini ato lusa singgah dimana…

jangan sampai  hati ini baru tergetar ketika peringatanNya singgah ke kota ini….

jangan sampai jiwa2 ini tesadar . saat nyawa sudah ditenggorokan…(annahl_1011)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s