Merekonstruksi Perekonomian Nasional

Realita yang terjadi

Melihat dengan cermat sisi ekonomi indonesia yang saat ini pendapatan perkapitanya mencapai USD2,271.20 pada tahun 2008 ini, berbeda dengan pendapatan perkapita Negara tetangga kita, Malaysia sekitar USD 6,220 di tahun 2006, kemudian lihat lagi pendapatan perkapita Negara lebih dekat kita, Singapura mungkin lebih besar lagi melesat daripada  Negara dengan besar di sekitarnya. Menurut berbagai sumber memang negara terkecil di Asean wilyahanya ini mempunyai pendapatan perkapita sangat  tinggi  bahkan lebih besar dari pada arab Saudi, padahal arab Saudi  kaya dalam lingkup besar dan di kujungi orang pertahun di seluruh dunia.

Mengapa singapura saat ini bisa seperti ini, tak lain hal ini karena kondisi usaha disana bagus dan banya mengandalkan sektor swasta daripada negara yang terus menerus mengatur perekonomian rakyat. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya angka pengusaha atau entrepreneur dinegara tersebut yaitu mencapai 7,2% dari total keseluruhan penduduknya, padahal  menurut pendapat David Clelland-psikolog kondang dari Universitas harvard “Suatu negara akan maju jika terdapat enterpreneur sedikitnya 2 % dari jumlah penduduk”,kemudian bagaimana dengan kondisi ekonomi nasioanal kita, jumlah total entrepreneur di negara kita hanya sekitar 0,18% dari total penduduk kita, angka itu sekitar 400 ribu penduduk yang aktif bergerak untuk menjadi pengusaha mulai dari pengusaha kelas UKM sampai pengusaha kelas kakap. Sehingga saat ini dibutuhkan sekitar 4,4 juta orang yang bergerak dalam bidang ini.

Ada sebuah ungkapan menarik dari presiden SBY bahwa indonesia akan mencapai pendapatan perkapita sekitar USD18,000, belio sangat optimis bahwa angka ini akan bisa diraihnya, saat menyampaikan visi untuk 2030 saat di istana negara pada tanggal 23 maret tahun lalu tepatnya 2007. bliau  sangat optimis bahwa visi ini bisa di raih indonesia. Tapi mengapa untuk 2030, apakah cita-cita bilau  ini nanti bisa ditransfer kegenerasi mendatang ya ?mengapa tidak saat ini aja jadikan program jangka pendek saja., ini hanya sebuah wacana yang digulirkan beliau apakah ini bisa terealisasi atau sekedar wacana aja yang di dengung-degungkan untuk membuat publik terhentak dengan pernyataanya, kita liat saja.

 

Solusi rekontruksi perekonomian nasional

Jadi dari berbagai wacana diatas maka solusi yang tepat saat ini di fokuskan adalah bagaimana indonesia bisa memakurkan diri sendiri dan mandiri dari segi finansial nasional, tak sekedar wacana yang membaut orang takjut tapi bagaimana suapaya perekonomian minimal bisa stabil dahulu, karena hal ini bisa menguatkan perekonomina nasional jika sudah stabil. Perlahan-lahan perekonomian bisa meningkat. Karena perekonomian ini sangat erat kaitanya dengan kondisi politik di negeri ini, maka dibutuhka pula kesatabilan keamanan dan suasana perpolitikan nasional  kondusif apalagi akan adanya pemilu 2009, yang akan mengakibatkan panasnya kondisi perpolitikan. Maka dibutuhkanlah pendewasaan politik yang bagus, sehingga hal ini bisa membuat perekonomian nasional meningkat karena akan banyak uang yang disimpan dalam jumlah besar  berkeliaran.

Saatnya negeri ini menambah para jumlah para pengusaha baru yang bisa menambah kemandirian nasional, karena dari dulu sampai sekarang, bangsa kita tidak bisa memproduksi barang sendiri, semuanya kita impor dari luar negri,, kecuali di sektor pangan ada kemajuan dalam sektor ini karena terjadi perbaikan birokrasi dalam tubuhnya. Sehingga di sektor ini menglami kemandirin nasional, ini sudah barang tentu karena banyak lahan kosong dari nengeri ini yang telah dibuka. Tapi dilain sektor semua sangat bergantung pada produsen luar negeri. Hal ini yang membuat kejumudan dalam pemikiran kita sehingga seolah semua telah tersedia padahal itu semua bukan produksi nasional. Kita seakan membanggakan barang buatan luar negeri. Padahal barang mentah yang ada di negeri ini sangat banyak sekaliu dan membutuhkan orang yang berabi memulai saja yang bisa mengerjakan. Seperti halnya garam , padahal garam bisa kita kita produksi sendiri tapi juga banyak garam impor beredar di pasar. Sekali saja kita berani memulai dan bersabar untuk berbisnin pasti akan membawa keberuntungan, hal itu terkai kekuatan kita dalam bertahan.Saatnya di tanamkan mulai pendidikan dini untuk membentuk karakter jiwa pengusaha, karena inilah modal bangsa kita yang bisa kita raih, saatnya memperbanyak pembisnis baru dengan membuat seminar-seminar bisnis yang bisa mencerdaskan rakyat sebelum memulai sebuah bisnis, dan melakukan pendampingan dalm bisnis mereka karena kekutan jaringan sangat penting dalam kaitanya  mempertahankan usaia bisnis itu.

Maka dengan menambah banyaknya pengusaha akan bisa menjawab tantangan pendapatan perkapita naik. Dan kemakuran negeri ini tidak harus menunggu 2030 akan bergulir.karena hal itu bukan untuk diangankan saja tapi perlu kukatan kusus dan tekiad ynag kuat untuk memulai, karena kata-kata hanya kata-kata tidak ada artinya tanpa realita. Jadi tidak hanya sekedar kata yang di ungkapkan tap harus disetratigikan dan realisasikan. mencerdaskan masyarakat dengan berbagai program pendidikan  merupakan jawaban untuk memakmrkan rakyat agar tidak terenakan dengan kondisi sebagai penggantung produk luar negeri dan tidak sekedar iklan-iklan yang meningkatkan popularitas pimpinan tapi harus disertai pencerdasan terhadap rakyat, tidak sekedar dipolitisi agar periode depan bisa terpilih sendiri.saatnya pencerdasan masyrakat merupakan sebuah keharusan karena kondisi pendidikan yang saat iuni tidak berihak kepadanya, sehingga diperlukan kemandirian dalm belajar  tapi juga berkualitas. Membuat aman negeri ini merupakn salah satu cara untuk menambah kenyamanan pengusaha. tidak hanya para penguasa yang berpihak kepada pengusah tapi juga harus berpihak kepada para buruh yang di permainkan oleh pengusaha jadi membuat mereka jadi untung merupakan salah jawaban untuk mengurangi demoi dalam besar-besarna yang mereka lakukan yang akan menimbulkan keaman  tidak terkendali. pendewasaan politik merupakan jawaban dari kenyamanan kondisi iklim usaha dan merupakn sarana untuk penguatan ekonomi dalam momen itu.karena sistem pemilan sekarang berbeda dengan sebelumnya disini dibutuhkan kebesaran hati untuk menerima kekalahan dan perbaikan  sistem yang bersih dari upaya politisasi aparat pelaksana pemilu (KPU).

Semua itulah solusi kongkrit sebagai upaya rekontruksi perekonomian nasional yang masih menjadi candu produk produk asing. Jadi mental percaya diri merupakan jawaban dari semua permasalahn bansa ini, waalhualam bishwab.

 

Refleksi Mentoring Bisnis

   By Direktur SBC KAMMI-1011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s