Aksi 5 Desember ’08

Tulisan disebarkan saat AKSI GALANG DANA KAMMI 1011 tgl 5 Desember 2008

Lagi-lagi Hanya Lembaran Kertas Saja

Palestina Menunggu Kita

 

 “Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan…”, Amanat pembukaan UUD 1945 inilah yang selalu menjiwai rasa solidaritas bangsa Indonesia kepada bangsa Palestina.

 

Kenapa Palestina? Memangnya ada apa di Palestina?

 


Israel sebagai bangsa pelarian telah menjajah rakyat palestina dalam waktu yang cukup lama alasannya adalah mengambil lagi tanah milik kaumnya yaitu Yahudi. Merekapun membuat propaganda2 palsu untuk merealisasikan keinginannya salah satunya dengan semboyan “sebuah tanah tanpa manusia untuk seorang manusia tanpa tanah.” Dengan kata lain, Palestina, “tanah tanpa manusia” harus diberikan kepada orang-orang Yahudi, “manusia tanpa tanah.” Kenyataan menunjukkan, semboyan “tanah tanpa manusia untuk manusia tanpa tanah” ini tidaklah benar. Ketika gerakan Zionis dimulai, orang-orang Yahudi tidaklah “tanpa tanah” dan Palestina pun bukannya tanpa manusia. Namun, inilah strategi yang dilakukan Israel guna mencari dukungan terhadap Inggris ketika itu untuk menambah basis kekuatanya dalam penyerangan Palestina.

Akhirnya, embargo, pembantaian, pembunuhan, pemboikotan, isolasi, pemblokadean terus dilakukan Israel pada rakyat Palestina sampai jumlah rakyat Palestina berkurang drastis. Tahun demi tahun berlalu, pembantaian terus dilakukan, akhirnya pertikaian di Palestina diangkat sebagai isu Internasional, Konferensi tingkat Internasional diselenggarakan. Yang terbaru adalah konferensi Internasional di Jakarta tanggal 30 Oktober – 2 Nopember 2008 yang dihadiri 500 negara dan telah disepakati kalau serangan Israel pada bangsa Palestina harus dihentikan karena merupakan bentuk pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia), salah satu keputusan konferensi Internasional yang disebut Deklarasi Jakarta adalah agar Israel segera mencabut kebijakan blokade di perlintasan jalur Ghaza.

Lagi-lagi hanya pertemuan yang sia-sia, yang tidak mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi agresi yang dilakukan Israel. Tanggal 5 Nopember, 3 hari setelah konferensi pasukan Israel terus melanjutkan penutupan perlintasan jalur Ghaza. Radio Israel mengatakan, Menhan Israel Ehud Barak telah memutuskan melanjutkan penutupan perlintasan. Padahal di tempat terpisah Sekjen PBB Ban Ki-Mon juga meminta perbaikan kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza yang diblokade. Ki-Mon mengatakan, “Yang paling mencemaskan saya saat ini adalah kondisi di lapangan,” yakni kondisi di Jalur Gaza dan krisis kemanusiaan yang dialami warganya. Blokade jalur Ghaza hanyalah menambah kesulitan hidup rakyat Palestina. Namun, apa faktanya Israel menolak seruan Internasional dan PBB. Sungguh suatu bentuk TERORISME yang nyata. Tapi dunia masih tetap menjadi penonton atas kebiadaban Israel terhadap rakyat Palestina.

Blokade berarti PENJARA. Israel memblokade perlintasan jalur ghaza (jalur keluar masuk dunia luar dari atau ke Palestina) berarti PENJARA bagi rakyat Palestina. Sudah dalam kondisi diburu, ditembaki, tidak bisa bergerak, mencari kehidupan yang layak diISOLASI pula. Ini jelas sebuah bentuk PENJAJAHAN. Padahal, palestina sudah mendapatkan kemerdekaan mengatur negaranya, tapi kebebasan itu belum bisa dijalankan secara leluasa.

Info yang mengejutkan lagi, Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina UNRWA (United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East) menyatakan menghentikan pembagian bantuan kemanusiaan karena sudah tidak punya cadangan apa-apa. Sementara itu terputusnya aliran listrik di sebagian besar wilayah Jalur Gaza telah memperburuk kondisi kesehatan, lingkungan dan kerja. (Sumber:InfoPalestina). Apakah ini hanya sebuah rekayasa? 

Yang jelas Indonesia, sebagai bangsa yang selalu menjunjung amanat UUD 1945 haruslah membuat suatu kebijakan khusus terkait masalah Palestina. Kita sabagai bangsa Indonesia yang sadar akan hal yang tengah terjadi di Palestina bisa ikut andil dalam meringankan beban rakyat Palestina, seperti :

1.                          Mensosialisasikan kondisi dan problematika Palestina kepada yang lain

2.                          Mengajak masyarakat untuk mengkritisi pemerintah Israel yang telah melakukan banyak sekali kejahatan terhadap penduduk sipil Palestina. Setelah itu, mengajak mereka untuk memboikot Israel dalam even-even internasional

3.                          Membantu dalam hal jiwa dan harta

4.                          Do’a

Saat ini, teman-teman yang sadar akan bentuk penjajahan di Palestina sedang gencar-gencarnya melakukan AKSI GALANG DANA, 1 man 1 dollar. Nantinya, dana ini akan diserahkan kepada rakyat Palestina (baik yang sedang dalam pengungsian maupun tidak) yang sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan. MARI KITA BANTU PALESTINA dg AKSI GALANG DANA.

Salurkan lewat Rekening BNI no.0131649706 a.n Muhammad A Hasib…SEGERA!!!!ojo ragu

ALUR DANA :

KAMMI 1011- Puskomda SBY-KNRP (Komite Nasional Rakyat Palestina-Palestina.

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia

            By Kastrat KAMMI 1011

 

Komisariat Sepuluh Nopember

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s