BHP, Jangan Bohongi Kami Lagi!

W : “Undang-Undang BHP memungkinkan orang miskin untuk tidak bisa sekolah!”

X : “UU BHP merupakan langkah awal pencitraan suatu pendidikan yang terarah and let keep going… janganlah kita hanya melihat dari sisi negatifnya saja dan cobalah memberikan keluasan kepada pemerintah untuk melihat rencana kedepan yang kemungkinan bermanfaat bagi kita semua.. terlebih putra putri kita di masa depan dalam Pendidikan..”

Y : “Masuk ITB sekarang biayanya sampe 60 jutaan, sepertiganya berapa anak2…? “20 juta bu guru” apa 20 juta itu angka yang kecil?, apa BHP bisa menjamin otonomi mereka otonomi kampus tidak berlomba2 menaikkan biaya pendidikan mereka sehingga kami2 ini tercekik dan kian tercekik. biasanya diawal semua terlihat manis tapi akhirnya bablassss, birokrasi kembali berbelit2 suap dimana2. baru sekarang ngerasa bener2 nyesel ikut2an pemilu milih orang2 yang malah nyengsarain rakyat, termakan obral janji2 palsu. saya kira buktinya sudah banyak kalo rakyat indonesia memilih orang2 yang mengkhianati pemilihnya “walopun mungkin gak semua”.gimana anak cucuku nanti, ngenes ngebayanginnya juga.”

Z : “Saya setuju biaya pendidikan mahal agar pendidikan bermutu. Indonesia harus berpikir untuk maju. Karena itu rakyat harus berusaha agar tidak miskin. Hidup BHP.”

Begitulah kiranya tanggapan yang muncul dari masyarakat menyambut disahkannya Undang-undang BHP (Badan Hukum Pendidikan) pada 17 desember 2008 kemarin. Ada yang pro, dan tidak sedikit pula yang kontra. Lumarah! Mengingat Negara Indonesia menerapkan sistem Demokrasi yang memperbolehkan siapa saja untuk berpendapat, apalagi hal ini menyangkut sektor pendidikan, salah satu sektor penting yang sangat menentukan masa depan bangsa. BHP yang katanya berfungsi memberikan pelayanan pendidikan formal kepada peserta didik ,merupakan badan hukum yang menyelenggarakan pendidikan formal dan mempunyai hak otonomi dalam pengelolaannya sehingga diharapkan dapat memberikan pelayanan yang adil dan bermutu kepada peserta didik, dengan prinsip nirlaba, akuntabilitas, transparansi, de el el yang memastikan “dilarangnya” komersialisasi dalam BHP dan dapat mengelola dana secara mandiri untuk memajukan satuan pendidikan.

Banyak yang berpendapat bahwa BHP kurang memihak pada segerombolan orang yang berada dibawah garis kemiskinan. Akses mereka untuk menikmati pendidikan semakin tertutup dengan disahkannya UU BHP ini. Bayangkan saja, semisal ada seorang anak yang diumpamakan disini super duper pintar, namun apakah ada yang bisa menjamin bahwa si anak ini akan sukses memasuki sebuah perguruan tinggi? jika pesaingnya adalah anak lain yang kemampuan akademisnya standar-standar saja, namun si anak lain ini bisa memberikan asupan imbalan yang lebih besar kepada universitas yang bersangkutan.

Sekedar informasi, dalam pasal 34 ayat 5 UU BHP disebutkan bahwa peserta didik akan dibebani maksimal 1/3 biaya operasinal pendidikan. Dan dalam pasal yang sama, termaktub pula ketentuan yang menyebutkan bahwa peserta didik ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan kemampuannya. Pada pasal 38, pemerintah juga menjanjikan akan menanggung beasiswa atau bantuan dana pendidikan untuk 20% dari total peserta didik didalam satuan pendidikan yang diselenggarakan suatu institusi yang notabene kurang mampu secara ekonomi dan/ atau peserta didik yang memiliki potensi akademik tinggi.

Faktanya, nasi sudah menjadi bubur! Untuk mengubah keputusan dari palu yang sudah diketuk pun rasanya lumayan berat. Mungkin, yang bisa kita lakukan sekarang adalah ikut mengawasi jalannya undang-undang BHP ini. Walaupun sebagian masyarakat agak ragu dengan aplikasi UU BHP dilapangannya nanti, takutnya hanya sekedar omong kosong! Takut lagi-lagi dikecewakan dan dibohongi oleh janji-janji manis pemerintah. Kita pun harus terus mengkritisi UU BHP yang dirasa kurang sesuai dengan tindak real pelaksanaannya nanti. Komitmen, komitmen dan komitmenlah yang harus dimiliki dari semua pihak terkait. Karena disini, kita semua sama-sama menginginkan kemajuan dan kebangkitan Indonesia dari tidur panjangnya. insyaAllah.

Barkah (Departemen Humas)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s