Realitas Gerakan Mahasiswa Masa Kini

Masih teringat dalam benak kejadian tahun 66’ ataupun 98’ dimana terdapat fenomena heroik yang terjadi antara sipil dan pihak pemerintahan. Desing peluru, tangisan, orasi dan teriakan yang membumbung tinggi diudara mewarnai kejadian itu. Kejadian yang menentukan sejarah Indonesia itu adalah perlawanan dari kesewenang-wenanagan. Bicara tentang sipil disini tidak lain kalau bukan yang disebut mahasiswa, karena mahasiswa adalah “sedikit” wakil yang seharusnya memang membela kepentingan sipil, sehingga “wajib” kiranya suatu tindakan heroik dilakukan apabila terdapat kesewenang-wenangan terhadap rakyat dan salah satu cara adala membentuk gerakan mahasiswa untuk memperjuangkan nasib rakyat.

Tapi setelah 1988 seakan-akan gerakan mahasiswa seakan-akan “Tidur” walaupun kadang-kadang terjaga oleh gangguan tapai prosentasi antara Tidur dan jaga nya sepertinya lebih banyak tidurnya, lantas bagaimana Realitas gerakan mahasiswa sekaranag?

Kalau dilihat dari perspektif saya sebagai mahasiswa yang merindukan aksi nyata dari teman-teman mahasiswa lain adalah gerakan mahasiswa terdapat kesan “ekslusif”, maksudnya disini adalah gerakan mahasiswa sekarang ini sepertinya sedikit melibatkan unsur semua lapisan masyarakat mahasiswa, sehingga yang terjadi hanya yang punya keinginan saja yang mau mengambil perannya sebagai agent of change. Sedangkan mahasiswa yang tidak tercapai informasi dari pergerakan semakin jauh dan acuh terhadap perubahan sehingga perannya sebagai mahasiswa tidak dipergunakan sebaik-baiknya. Padahal apabila kita menilik ilmu sapu lidi yakni apabila tidak digunakan bersama maka tidak akan berguna kecuali hanya jadi tusuk gigi. Analogi sapu lidi disini juga akan sama yang terjadi pada mahasiswa, mahasiswa membutuhkan masa yang banyak untuk melakukan sebuah perubahan, tanpa massa mahasiswa tidak kan mampu mendobrak gerbang kesewennag-wenangan dari para biroktat. Mungkin itu jugalah yang membuat gerakan mahasiswa seakan-akan hibernasi. Alangkah baiknya kalau hibernasinya adalah bertujuan untuk menghimpun kekuatan kemudian bangkit, tapai realitasnya Hibernasi disisn adalah hibernasi yang sesungguhnya dan jangaan sampai hibernasi ini diteruskan berkelanjutan sehingga menimbulkan kematian.

Selain kesan eksluisif, gerakan mahasiswa kurang memanfaatkan media. Media yang disoroti disini adalah media cetak. Wacana-wacan yang dilakukan mahasiswa masih saja berupa ucapan, yang seakan-akan yang tau hanya yang mendengarnya saja, cepat menguap dan tidak bisa di dokumentaikan, sehingga wacana yang seharusnya sampai kesemua elemen mahasiswa ataupun masyarakat terpotong di tengah jalkan karena tidak bisa diabadikan. Sehingga sudah saatnya bagi mahasiswa untuk tidak hanya mengeluarkan pendapatnya dengan aksi di jalan-jalan ataupun dengan orasi-orasi saja tapi mahasiswa harus mampu menguasai media-media cewtak dan media massa untuk kepentingan rakyat.

Rakyat membutuhkan aksi nyata, bukan sekedar omong kosong

Mahasiswa ≠ Not Action Talk Only

Hidup Mahasiswa

Aditya Rohmani

Departemen HUMAS

Download File tekan sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s