KAMMI DALAM MADANI LOKAL

Perjuangan panjang yang diwarnai luka, peluh, keringat dan darah itu sekarang sudah membuahkan hasil. Akar-akar yang semula ditancapkan dengan kuat, telah berhasil menancapkan dirinya jauh kedalam bumi menembus dan menghancurkan bebatuan yang selama ini menghalangi. Tidak hanya menancap tapi sekarang sudah mulai tumbuh daun diatasnya yang kemudian berkembang, memanjang tinggi menuju panas matahari yang selalu condong keatas. Tidak cukup disitu saja, pertumbuhan berlanjut dengan munculnya ranting-ranting baru yang kian lama semakin banyak membuat bentuknya sempurna menjadi pohon yang rindang dan meneduhkan. Belum juga cukup, akar yang telah menjadi pohon besar dan rindang itupun mengeluarkan bunga-bunga yang indah yang akan berevolusi menjadi buah-buah yang dapat dinikmati oleh semua makhluk.
Gambaran diatas adalah analogi bagaimana terbentuknya masyarakat madani yang berusaha dibangun oleh sosok kuat, teguh dan sabar hanya dalam waktu tidak lebih dari 12 tahun. Sosok itu dalah Muhammad SAW, rosul yang ditunjuk Allah untuk membawa perubahan besar terhadap masyarakat jahiliyanh dunia. Berawal dari membangun akar yang merupakan aqidah yang dia tanamkan dalam-dalam kedalam lubuk para assabiqunal awwalun dan sebagian para sahabat yang awal-awal masuk islam yang jumlahnya hanya terbatas. Sahabat yang memang dicetak untuk menciptakan perubahan dalam struktur masyarakat itu berhasil tumbuh menjadi seorang yang tangguh dalam bergerak sehingga tumbuk dan berkembang jaringan-jaringan baru layaknya ranting pohon yang lama kelamaan ridang dengan jumlahnya pengikut yang semakin banyak. Puncak dari itu semula adalah setelah pertemua dengan Anshor yang berada di Madinah, dimana disitulahh dibangun masyarakat maju dengan tatanan politik, pemerintahan, ekonomi dan social berlandaskan Al-Quran dan Sunah Rosul. Dan akhirnya buah manis dari masyarakat madani di madinah itu dapat dinikmati dan dirasakan oleh semua penduduk baik muslim ataupun yang lain.
Masyarakat Madani adalah cita-cita mulia suatu bangsa demikian juga Indonesia. Dimana yang telah Rosulullah praktekkan dengan menciptakan masyarakat yang harmonis yang bias dilihat dalam pemerintahan dan masyarakatnya. Pemerintah begitu mesra melayani dan melindungi masyarakat demikian juga masyarakat yang selalu menghormati pemerintahan serta hidup roku dalam keragaman(suku, budaya, agama). Sehingga dari itu semua, elemen-elemen (pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat serta pemuda) yang ada dalam masyarakat dapat melakukan tugasnya masing-masing tanpa bersikutan.
Cita-cita tersebut tentu juga menjadi impian di tingkat lokal kedaerahan. Pengelolaan suatu daerah menuju masyarakat madani dengan segala kemajuannya tentu tak lepas dari peran yang harus dimainkan oleh seluruh elemen daerah. Peran tersebut kemudian berkolaborasi dalam sebuah sistem yang teratur, terkendali dan ter-manage sehingga mampu menghasilkan kekuatan besar untuk melakukan perubahan dalam kerangka pembangunan. Peran strategi tentulah menjadi tuntutan dari setiap elemen agar mampu berkontribusi lebih. Elemen Pemuda dengan segala potensi yang dimilikinya bisa menjadi bagian dari pembangunan. Peran-peran yang bisa dimainkan oleh pemuda di sektor publik tak bisa dipungkiri telah banyak mencatat keberhasilannya dalam sejarah emas sebagai agent of change. Di samping perubahan yang memang harus dilakukan, control social disini juga diperlukan untuk mengawasi dan mengontrol kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk rakyat.
Agent of change dan social control adalah salah dua dari peran dan fungsi mahasiswa. Bicara tentang mahasiswa, tidak luput dengan nama KAMMI disana. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia dengan visi nya
Wadah Perjuangan Permanen yang Akan Melahirkan Pemimpin Masa Depan yang Tangguh Dalam Upaya Mewujudkan Masyarakat Islami di Indonesia
Dari visi yang begitu mulia KAMMI diharapkan menjadi tempat pengkaderan para pemimpin yang akan masuk dalam ranah-ranah politik di lokal kedaerahan maupun pusat, dimana kader tersebut bias mengambil kebijakan-kebijakan publik yang akan mempengaruhi kehidupan masyarakat. Selain itu KAMMI melalui perannya sebagai mahasiswa, harus tanggap dalam memgawasi, memantau dan mengkontrol kebijakan pemerintah yang tidak berpihak mada rakyat. Selain itu juga melalui padigma gerakannya, KAMMI harus mampu mengambil peran dalam bidang perbaikan tauhid masyarakat, mampu membuat gebrakan dalam ilmu dan teknologi sesuai bidang masing-masing melalui intelektual profetiknya sehingga mampu membantu pemerintah local dalam mengelo maupun meningkatkan kualaitas SDA serta SDM yang ada. KAMMI juga merupakan gerakan politik ektraparlementer yang dapat mendobrak kekuatan tirani yang menindas serta menegakkan nuansa demokrasi yang sehat kemajuan pemerintah lokal maupun nasional.

Rohmani

Kadep Humas KAMMI 1011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s